Suatu hari saat amin sedang berangkat kuliah, ia agak terburu-buru karena lupa kalau ada jam kuliah saat itu juga, setelah ada seorang temannya mengirim SMS kepadanya baru dia sadar akan hal itu. sebelumnya amin sudah beli sarapan nasi kuning di samping tempat kost-annya, selesai mandi ia sempatkan untuk sholat dhuha dulu, meski hanya 2 rakaat tapi dia selalu mengerjakannya sebelum ia berangkat ke kampus atau aktivitas lainnya. Nasi yang tadinya sudah ia beli langsung saja ia masukkan kedua bungkus nasinya kedalam tas bersama catatan kuliahnya, sudah tak ada lagi waktu untuk makan, dengan cekatan ia membereskan kamarnya kemudian keluar untuk mengambil sepeda butut yang selalu menemaninya setiap saat.
Di tengah perjalanan menuju kampus Amin melihat seorang anak kecil yang tengah duduk di pinggir jalan, anak tersebut telihat memejamkan matanya sambil memegang koran yang diletakkan diatas bahunya. dilihat dari tubuhnya harusnya ada itu berada disekolah dasar, duduk manis bersama teman sebayanya untuk menuntut ilmu, tidak pantas ia berada di jalan seperti itu. Dengan sedikit keraguan Si Amin pun menghentikan laju sepedanya, ia menghampiri anak tersebut, seraya bertanya: " udah sarapan dik?" Anak kecil tersebut hanya menggelengkan kepala, kemudian ia malah menundukkan kepala dalam-dalam. Tanpa pikir panjang Amin langsung mengambil satu bungkus nasi yang tadi ia masukkan ke dalam tas-nya, ia tak tega melihat anak ini kelaparan, ia merasa iba melihat keadaan anak tersebut, tapi Amin baru sadar kalau dia sudah terlambat kuliah, tak berlama-lama disitu Amin pun langsung meletakkan nasi bungkusnya di dekat anak tersebut, entah dia mau memakannya atau tidak tapi Amin tak punya waktu lama, amin menyuruh anak tersebut untuk segera makan nasi tersebut mumpung agak hangat. Langsung saja Amin mengambil sepeda nya untuk segera sampai ke kampus, sekilas anak kecil tersebut mengucapkan terima kasih kepada si Amin, tapi karena si Amin tergesa-gesa mungkin ia sudah tak mendengarkannya. Ditingggalkannya anak kecil tersebut sendirian di pinggir jalan, konsentrasi Amin sepenuhnya tertuju untuk mengejar waktu supaya masih bisa mengejar keterlambatannya.
sesampai di pintu kelas Amin agak kaget dikarenakan keadaan kelas yang tidak seperti biasanya, biasanya mereka santai dan sedikit banyak ramai sekarang seperti kayak orang sedang sholat berjamaah, semuanya duduk dengan tenangnya, sambil memegang pulpen mereka masing-masing. Amin dengan sedikit ragu masuk ke dalam kelas, ditatapnya muka sang dosen dengan sedikit senyuman, pak dosen pun membalas dan mempersilakan duduk Amin di kursi yang kosong. sesaat Amin mengambil peralatan kuliahnya tiba-tiba dosen berkata: "Siapkan selembar kertas, hari ini kita ulangan!". keringat dingin pun keluar dari kening Amin, ia sangat terkejut, sudah datang terlambat, tadi malam pun dia hanya sedikit belajar dan sekarang justru ada ulangan dadakan, hal ini sangat berat dirasakan olehnya.
*bersambung lagi ^.^ maaf z, buntu nih
