langkahku makin berat seiring datangnya angin
cahaya malu tuk bertemu denganku
tersapu hujan kemarin sore
pohon bambu kian melambai
bersorakan tak protes pada alam
tak ada slogan tak ada tulisan
suara indah mengiringi kesunyian malam
jembatan reyot tak bertuan tak pernah mengaduh
lapang dada tak pernah lekang darinya
saksi bisu si air pun juga tahu
ikhlas memang tak pernah ternilai harganya
sang kodok tidur dimusim seminya
melupakan segala tentang kericuhan
tak pernah bernyanyi dengan merdu
menambahkan keramaian dalam sunyi

0 komentar:
Posting Komentar