Copyright © Diary Lamunan Sore
Design by Dzignine
Sabtu, 30 April 2016

Senyum

Sudah beberapa bulan tak berkunjung ke rumah si bintang, bukannya tak sempat, tapi bingung disana mau ngapain, lebih tepatnya bingung nanti mau ngobrolin tentang apa.
Sore tadi akhirnya aku berkunjung ke sana juga. Sudah tak ada kerjaan dikantor, tambah bingung lagi mau ngapain. Ahh iseng-iseng jalan2. Nanti klo berani aku coba mampir.
Hal teraneh yang pernah aku alami, mungkin teraneh di dunia. Berkunjung ke rumah orang, yang mana orang yang dikunjungi jarang sekali berada di rumah, klo aku kesana bertemunya dengan kedua orang tuanya. Sebenarnya hanya perasaan canggung yang muncul, tapi seiring seringnya kesana. Canggung atau apalah itu menghilang sendiri. Bukan tipikal diri ku mudah bersosialisasi dengan orang lain, entah kenapa mudah sekali akrab dengan kedua orang tuanya. Yang aku ketahui, mereka baik kepadaku. Mungkin itu yang mudah membuat diriku akrab.
Biasanya klo maen kesana aku mampir dulu ke ladang. Tempat dimana aku bisa melihat hijaunya pepohonan dan tanaman-tanaman palawija, ditambah lagi dengan latar gunung disisi timur membuat pikiran yang biasa suntuk dikantor dengan segala hitung-hitungan dan angka-angkanya menjadi fresh seketika.
Kebetulan tadi sore ortunya sedang ada acara, jadi hanya mampir sebentar, sekedar menanyakan kabar itu saja. Alhamdulillah masih berkutat dengan kesibukan mereka tanpa berkurang satu apapun, sang bapak ngisi hajatan kemana-mana, dan ibuk sumringah banget klo pergi ke pengajian. Kebetulan tadi ada acara rutinan pengajian, jadi sejenak numpang sholat, trus ibuk minta bareng ke masjid, sekalian deh aku nganterin lanjut pulang.
Oh ya ada 1 lagi, sang kakak, haha.. Hehhh, ketawa muluk klo denger namanya. Emmm kayaknya sih dianya mau jalan-jalan sama temennya, tadi waktu bapak minjem motornya ndak boleh, mungkin dianya mau kongkow-kongkow tadi. Hihihi

Kamis, 28 April 2016

Senang

...
Sejak tadi dering telepon andre terus berdering, dia sengaja tak mengangkat telepon nya itu, karena dia tahu jika telepon itu ia angkat maka akan terdengar suara perempuan yang bakal ngomelin dia seharian penuh.
Masih jam 8 pagi, lalu lintas tak sepadat hari-hari aktif seperti biasanya, hari sabtu memang enaknya buat istirahat. Itu yang sebenarnya pengen andre lakukan. Tapi pekerjaan menghalanginya. Hanya sehari dalam seminggu yang dia bisa gunakan untuk berkumpul bersama keluarga.
Melihat sekeliling ternyata tak hanya andre yang terjebak keadaan seperti itu, masih ada beberapa kawan-kawannya di balik dinding kaca.
...
Telepon masih berdering tak ada matinya, membuat andre juga rada jengkel dibuatnya. 23 panggilan tak terjawab sekilas andre melihat layar kaca teleponnya. Terpaksa dia angkat. Langsung terdengar suara manja namun penuh amarah disaluran teleponnya. "Sayaaaanggg, kenapa teleponnya nggak diangkat-angkat? Sengaja kan? Klo sabtu begini kan kerjaannya nggak terlalu numpuk, awas ya!!!" Gertak suara perempuan di sambungan telepon. Andre hanya tertawa cekikan, tak menjawab secara langsung malah dibalas dengan ketawa geli sambil meletakkan telepon di samping kiri wajahnya...
"Kenapa tadi nggak bangunin aku yang? Gitu ya? Awas, nanti sore gak bakal aku masakin nasi lagi. Salah siapa ninggal-ninggal aku sendirian di rumah! Mana nggak pamit. Hhmmm
...
" hehehe.. Hahaha.." Andre tertawa dengan puasnya. Dia sengaja membiarkan istrinya masih terbaring di kasur saat dia berangkat kerja tadi, matahari sudah meninggi, tapi istrinya belum bangun. Mungkin dia capek. Makanya sering dia tinggalkan istrinya seorang diri dirumah, dia nggak tega mengganggu mimpi indah istrinya. Semalam istrinya pulang agak larut, seperti hari-hari biasanya menjelang weekend, dia harus menyelesaikan segala urusan di kantornya. Makanya andre tak pernah mengganggu istrinya jika masih ada ditempat tidur seperti tadi.
...
"Tadi nggak sarapan yang?" Tanya sang istri. "Sarapan dek, habis banyak koq!" Hla koq makanan dimeja nggak ada yang berkurang yang? "Iya tadi cuma banyak minum susu sama air putih. Hahaha..
" awas ya klo nanti balik dari kantor. Gak aku masakin sekalian, yayang begitu sih". "Eh kamu belum mandi ya yang?" Tanya andre. "Hehe belum yang, ni masih kucel. Hahaha.." Jawab sang istri. Wuuuuu" gerutu andre.
"Yang!"
"Apa?"
"Adek bobok lagi aja ya,masih ngantuk, hehe"
"Hmmmm, iya deh iya. Tapi jangan lupa nanti masakin buat aku yak! Haha"
"Ogaahhhhhhhh, adek cuma mau tidur-tiduran seharian di rumah, gak bakal masak-masak dan juga mandi"
"Joroooookkkkk yang"
"Biarin yang, mumpung kamu nggak di rumah. Wekkk"

Percakapan ditutup, andre meletakkan telepon gengamnya di atas meja. Dia berniat pulang cepat. Pengen segera merasakan weekend.
Pulang dari kantor andre mampir di sebuah swalayan yang menyediakan berbagai jenis makanan, dia memesan 2 buah nasi dengan lauk telor mata sapi.
...
"Bintanggggggggg, bukain pintunya sayang. Aku udah pulang nih"
"Lewat pintu belakanggggggg" terdengar teriakan dari dalam rumah
Andre menyusuri rumahnya. Baru sampai jendela kamar utamanya, tiba-tiba jendela terbuka. Guling besar melayang tepat diatas kepalanya di sambut wajah lusuh istrinya yang sejak tadi tak keluar dari kamar.. "Aduuuuuuoooohhhhh" andre mengusap2 kepalanya.

Rabu, 27 April 2016

Kaget

Kamis, aku terbangun dari tidur, belum ada suara apa-apa seperti biasanya. Aku cek jam di handphone ku, astaga baru pukul 00:38 malam.
Aku keluar dari kamar, pengen buang air. Pintu kamar ku buka, astaga beberapa tikar masih berserakan di depan kamar. Sebelum tidur digunakan anak-anak nongkrong di depan situ ternyata belum dibereskan, ada 2 tiker, yang satu sudah tergulung rapi, yang satunya masih seperti keadaan sebelum aku tidur.
Reflek ku langsung melipat tiker tersebut, aku rapikan bersama satunya. Aku lanjut ke kamar mandi menuntaskan misi.
Keadaan sunyi senyap, hanya terdengar suara mp3 yang ku putar dari youtube, akhir-akhir ini baru suka mp3 ini, entah kenapa, biasane bosan klo dengar dari horn masjid atau sebagainya.
...
Belum kembali menapakkan kaki ke kasur, ada 2 anak keluar dari gank samping. Ehhh jam segini? Habis pada ngapain? Tak beberapa lama kemudian disusul yang lain, astagaaaaa.. Total dari mereka 19 orang. Beserta 1 orang yang sering bintang sebut setiap malam harus berhadapan dengan nya...
...
Sampai jam segini... Mau bilang kasihan? Katanya itu untuk pendidikan mereka. Biarlah... Mereka kelak bisa jadi orang hebat ditangan sang dwi...
Amin

Lampu di aula masih terlihat jelas belum mati, masih ada beberapa orang disana. Mungkin persiapan mau tidur setelah ya habis menghadap sang dwi. Mungkin..
Bbbbbtttt.. Tiba-tiba lampu dimatikan, masih ada lampu-lampu bersinar dari lantai, beberapa lampu layar menyorot jelas ke arah dinding-dinding aula. Ternyata..
Yah, aku baru tahu sekarang. Tak perlu ada yang ku cemaskan, saatnya kembali ke kasur buat tidur. Besok pagi banyak kerjaan. Harus menemani sang partner ke kantor imigrasi...
Ada nasabah yang masih bingung belum bisa menyelesaikan administrasi, padahal bentar lagi akan menunaikan ibadah ke tanah suci, semoga lancar..

Jalan

Hampir setahun berjalan, waktu berlalu sangat lambat untuk menunggu saat-saat bisa bertemu nanti, sangat cepat ketika melihat apa yang sudah terjadi.
...
Dari sekian kejadian yang sudah terjadi, aku mempunyai dua pilihan: harus menyesalkah aku? Atau harus bersyukurkah aku? Aku memilih keduanya. Menyesal untuk semua kejadian yang membuat diri ini merugi, supaya di kemudian hari aku bisa berbenah diri. Bersyukur atas apa yang terjadi, dibalik masalah, ujian, suka maupun duka semua pasti ada hikmah yang bisa diambil, (seperti yang dibilang orang bijak) karena aku belum bisa bijak bijak, maka saya hanya bisa mengutip pernyataan beliau-beliau itu. Hahaha
...
Mau sedikit mengulas cerita yang terjadi. Boleh nggak ya? Mungkin akan membuat seseorang jengkel mendengar kisah2 ini. Apalagi kisah ini dengan sudut pandang pribadiku sendiri. Tak ingin memasukkan dari sudut pandang dia. Aku memang tak tahu banyak, dari pada aku memasukkan tapi ternyata sudut pandang yang aku masukkan salah menurutnya, berarti itu bukan sudut pandang dirinya. Melainkan diriku yang seolah-olah tahu isi hati nya. Ya memang aku sok tahu, suka pamer, suka usil. Hahaha #tawajahat
...
Pertama kali kesini tak pernah ada niatan untuk mengenal yang namanya cewek, bukan tak ada niatan, memang keseharian ku tak pernah yang sebelumnya terlintas seorang cewek dibenakku. Berteman sih juga ada ceweknya, tapi hanya sekedar berteman, main kesana-kesini ya biasa saja, nggak tahu tuh yang namanya cinta atau sayang2an... Ciyeee.. Loh? Dasar
...
Singkat cerita kenallah aku dengan bintang, bintang kecil di langit yang biru, amat imut rona di wajahnya. Ahaha
Waktu itu baru ada semacam praktek2 memasak, aku belum kenal, hanya sebatas tahu. Dia nya belum tahu siapa diriku. Pemuda hitam tapi sok tampan. Asyeeeekkkk..
Pernah sekali masuk ke kelasnya, hanya sekedar berkenalan, mereka semua kenal aku karena hanya diriku sendiri dihadapan dia dan teman-temannya. Tak ada satu orang yang ku kenal. Hahaha ciri khas diriku yang mudah lupa akan nama sesuatu, meski masih ingat wajahnya tapi mudah lupa namanya..
Hari demi hari, ada yang namanya sosialisasi kecil-kecilan, aku kebetulan satu kelompok dengannya. Aku ditunjuk sebagai orang yang membimbing mengajarkan bagaimana cara menyusun dan melaporkan keuangan yang baik dan benar. Awalnya kikuk, aku yang tak pernah belajar tentang itu kenapa pula aku yang ditunjuk. Aku paksakan belajar duluan sebelum aku tularkan. Hihihi
Memasuki bulan suci, aku ada kegiatan bersama teman-teman ku diluar. Tapi entah kenapa ada keinginan kembali ke kantor pada hari itu, ada kerjaan kantor yang tak bisa dilakukan teman kantor ku. Terpaksa aku balik sebentar. Meninggalkan kegiatan diluar tadi. Tak sengaja bertemulah dengan bintang. Tak sengaja pula aku dapat nomornya. Ndelalah ndelalah..
Sedikit demi sedikit ada obrolan tentang diri masing-masing. Sebatas mengenal. Tak lebih jauh..
Ketika liburan aku bertemu dengannya. Untuk sekedar makan bersama. Sepulang makan aku sempatkan bermain ke rumahnya, bertemu orang tuanya, kenalan. Bener-bener kenalan. Ahihihi
Waktu berjalan...
Hari demi hari semakin dekat, saking dekatnya sampai lupa batasan. Ya namanya anak muda, memang mudah kelewat batas... Wajar? Tak sepenuhnya benar. Memang ada aturan tak tertulis disana yang menurutku silakan dijalankan, tapi mohon untuk tidak melanggar...
Tak bisa aku ceritakan detailnya sperti apa untuk yang satu ini. Setiap kali teringat hanya tetes air mata yang terurai dari kelopak mata ini. Hmmm
Hingga sampai hari ini, hari dimana aku sudah banyak belajar tentang apa yang namanya saling mengenal.
Saling bersikap. Saling berhadap.
Seakan setahun yang terjadi seperti seluruh ujian dalam hidup sudah dijalani, padahal di kemudian hari masih banyak yang akan terjadi, tapi dengan adanya saling bersikap, saling berhadap kini aku tahu yang namanya saling percaya, saling mengerti.
Karena mengenal saja tak pernah cukup untuk bisa mengerti tanpa pernah mau menyikapi semua masalah yang terjadi... :-)
...
Dewasalah diri ini lebih cepat dari waktunya. Alhamdulillah.

Senin, 25 April 2016

Rasa

Rembulan tanggal 17, sudah tak seperti tanggal 14 ato tanggal 15 kemarin. Bulan purnama memang membuat tentram di hati klo dipandang. Klo aku suka mandangnya klo udah di tengah malam. Kenapa? Mandangnya bisa sambil tiduran di halaman dengan alas tiker ato pakai kursi malas, haha
Nggak cukup itu, harus dengan langit cerah trus tanpa ada awan ato berkabut, nggak asik.. Ganggu pemandangan.
Jika kamu tahu? Klo bulan purnama trus pas tengah malam, jam 12 nanti cuma kelihatan bulan purnama sama 1 bintang doank yang bakal terlihat. Bintang2 yang lain meredup, bisa dikatakan cahaya mereka hilang ditelan cahaya rembulan tapi tidak dengan bintang yang satu itu...
Nggak percaya? Silakan dicoba..

Saat saat purnama adalah saat yang tepat untuk merenung, bukan melamun hlo ya! Klo melamun kan kayak orang gila, klo merenung kan orangnya berfikir, berfikir yang baik, berfikir yang jernih dan juga bisa memikirkan yang jahat-jahat. Hahaha itu edisi klo lagi kesurupan, makanya jangan banyakan menyendiri. Hahaha

Mas mas, tumben bikin tulisan? Iya tadi sore soalnya dapet request buat nulis, makanya aku paksa2in nulis di blog. Secara naluri, klo diri ini sebenarnya nggak pandai2 amat dengan namanya mengarang cerita, apalagi klo harus mengarang yang tak pernah aku alami, sulit pake banget. Justru klo hati sedang gak ada masalah ato sedang senang malah sulit bikin tulisan, mau bikin tulisan itu malah males banget.. Tahu kenapa? Aku juga bingung. Aneh.. Haha
Bikin tulisan klo aku paling kenceng pas waktu ada masalah, atau sedang sedih. Apa ya? Kayak hati saat itu mengerti apa yang harus ku tulis, mengalir begitu saja. Dan anehnya lagi dari segi kualitas mengena atau tidaknya dalam hati pembaca justru yang tulisan saat sedih itu yang bernilai bagus.. Eh bintang, bukan berarti aku pengen sedih terus ya!! Please... Jangan bikin aku anyel meneh, andai engkau tahu, tiap kali dikau cemberut ke aku, hati ini serasa tergerus, muncul sekali banyak pertanyaan yang aneh2, semacam apa aku jahat? Apa aku nggak peka? Apa aku kurang baik? Kurang perhatian? Atau... Ah sudahlah.. Aku nggak mau terus terusan larut dalam kesedihan, bolehlah sedih sesekali tapi jangan terus menerus, lama-lama hati ini rontok taukkkk.. Yak yakk, senyum terus yak ke aku. Hahaha :-D

Oh ya, klo boleh bilang, akhir-akhir ini koq malah aku ya yang sering ngimpiin bintang. Tenan, suwerr.. Aneh saja, padahal dulu jarang banget. Paling sebulan sekali.. Apa???? Ah, tau ah.. Nggak usah bilang2. Hahaha.. Nanti kamu ge'er lagi...

Oh ya bintang, masih inget dengan detective ruslan? Sudah lupa ya? Ya udah deh.. Sampai saat ini dia masih bingung mencari-cari sesuatu tentang kamu, sebenarnya dia pengen jual mahal, diem2 hanya mengamati keseharian mu, tapi ujung2nya dia gagal, sering ketahuan mengamati dirimu, hahaha
Kayaknya nggak cocok yak jadi detektif? Mmmm mungki jadi pinokio aja klo ketahuan bo'ong nanti hidungnya jadi mancung kayak turis2. Wkwkw

Mau denger kata romantis? Semacam bapak kamu tukang tambal ban ya? Koq tahu? Iya karena kamu telah menambal lubang di hatiku.. Basiiiii

Tau sendiri aku nggak romantis, hanya orang yang suka menyendiri, mengagumi seseorang yang selama ini aku suratkan dalam tulisan tulisan konyol ini. Aku sih pengennya dia yang terus menjadi tokoh utama di semua tulisan ini. Tak peduli ada yang baca atau tidak, karena tujuanku menulis bukan hanya untuk jadi populer layaknya tere liye atau jk rowling, hanya sekedar mengurai berbagai masalah yang mengusik hati, dan itu yang membuatku cinta menulis.

Kamis, 14 April 2016

Pasangan

Untuk bintang yang selama ini aku kagumi...

Apa kabar?
Pasti udah lama nggak buka blog aku ya?
Iya aku tahu kamu nggak ada waktu, dan juga nggak ada kesempatan..
Memang, hidup di pondok kayak gini banyak banget yang nggak sesuai keinginan. Maunya begini sama pengurus disuruh begitu. Semua serba terbalik

Maaf, aku menulis malam ini posisi lagi nggak dipondok. Baru ditempat yang ramai sekali, tapi aku sendirian, nongkrong tak berteman. Iya, tahu sendiri aku orangnya susah bergaul, tak pernah kumpul bareng sama teman2 pondok.

Maaf ya bi, saat ini aku merasa sedang aneh, aneh aja, entah kenapa klo mau ngobrol sama kamu ujung2nya aku slalu kena marah sama kamu? Sering bikin anyel lah, sering bikin dongkol lah dll
Yang paling aku rasakan bodoh yaitu klo aku mau ngebahas masalah kuliah kamu, aku tahu ujung2 aku yang akan menjadi orang yang disalahkan, aku tahu itu, tapi entah kenapa aku pengen banget menanyakan hal itu padamu bi..

Yang tak pernah terpikir olehku, kamu senang orang lain menyuruh mu untuk melakukan apa yang mereka inginkan, tapi saat kamu melakukannya kamu tak bisa, trus minta bantuan ke aku, dan saat itu mungkin aku nggak bisa melakukannya, koq malah aku yang jadi orang yang disalahkan?

Maaf ini harus aku sampaikan, bukannya aku mengeluh, tapi aku ingin membuka cara berpandang mu saja bi..

Aku nggak mau menjadi orang yang slalu salah dimata mu, memang aku nggak bisa melakukan semua yang kamu pinta, tapi sedikit demi sedikit aku mencoba untuk melakukan yang terbaik, yang aku bisa lakukan untukmu.

Seringnya aku bikin jengkel karena aku kangen sama kamu, dan karena aku bodoh aku tak tahu harus melakukan apa makanya aku malah sering berbuat yang aneh2 yang bikin kamu jengkel. Harusnya bisa romantis kayak orang2 lain ya? Haha
Embooohhh bi bi..

Saat ini aku hanya ingin sendiri, sampai kamu bisa tersenyum lagi :-)

Senin, 04 April 2016

Godaan dalam ujian


Hari pertama si bintang ujian kelulusan sekolahnya, akhirnya bentar lagi dia kuliah juga. Oh ya, ujian menurutku phase yang paling berat dalam hidupku. Kenapa? Banyak sekali godaan yang akan muncul saat ujian berlangsung, dari aku yang harus banget-banget menjaga sikap, supaya bintang nggak kepikiran akan ulah ku yang kadang bikin dia senang, seringnya bikin dia khawatir, hihihi.. Itu yang paling aku cemaskan. Aku benar-benar harus menjaga sikap, apalagi kejadian seminggu yang lalu yang kayak gitu. Klo terulang lagi ahh bisa-bisa dia nggak ngerjain ujiannya. Nah looohh..
Aku juga tak bisa mendekatinya, paling berani cuma menatapnya dari jauh, mau menyapa? Takut seakan itu dosa besar. Hadehhh
Tadi sore saat aku balik dari kantin tak sengaja pandangan kami bertemu, rasanya? Seperti setahun nggak bertemu. Untuk mata ku yang sudah mulai melemah pandanganya ini, yang aku tatap hanya senyumnya dari jauh. Biar sama tetapi aku yakin itu senyuman untuk ku. Bukan expresi-expresi yang lain. Hahaha
Pede luuu,, biarin. :-D
Beberapa hal yang aku takutkan untuk ku perbuat: pergi saat dia belajar, entah hanya sekedar beli bensin pun aku tak mau melakukannya. Klo untuk urusan yang begituan mending aku lakukan waktu jam kerja aja. Sekalian dines ke bank atau sekedar ngecek saldo atm. Klo pas dia belajar sore hari, aku lebih memilih mendekamkan diri di ruangan pribadiku.
Ada yang lain, menjaga untuk tidak berkomunikasi dengan cewek lain. Entah sekedar menyapa atau menegur untuk saat ini tak aku lakukan, biasanya aku yang banyak omong, sedikit aku rubah menjadi pribadi yang kalem, hahaha
Kayaknya cuma dua itu yang aku cemaskan.
Semoga ujian nya lancar, dan untuk aku semoga tabah menghadapi godaan-godaan yang ada. Ahahaha
Amin

Sabtu, 02 April 2016

Sabar

Bentar lagi ujian nasional akan dimulai, tepatnya 2 hari lagi. Malam ini malam minggu, malam biasa aku bisa melihat bintang dari kejauhan. Tapi, untuk malam ini hingga 5 hari kedepan, aku ingin bersabar sejenak. Sepenuhnya ku percayakan pada bintang, untuk saat ini hanya doa dan semangat yang bisa aku berikan. Biarpun aku orangnya nggak paling betah untuk mengganggu orang lain, tapi untuk urusan kali ini aku hanya ingin mendukungnya, meski cuma dari jauh. Aku harap doa ku dikabulkan.
Klo ditanya bagaimana rasanya?
Berat, begitu berat...
Tapi lebih berat lagi bila aku memaksa untuk menggangunya, ujiannya terganggu beneran, dan klo dia dapat nilai jelek gara-gara aku ganggu, itu yang paling tidak bisa aku maafkan.
Kalau sudah beneran suka, paling susah yang namanya misahin antara ego dan rasa sayang. Banyak yang bilang klo sayang harus mengorbankan segalanya. Mengorbankan segalanya atau hanya pengen melihat wajahnya saja, supaya hati mu senang?
Klo masih pengen membuat hati sendiri senang itu berarti masih mementingkan ego. Tapi klo bener-bener perhatian, maka harus tahu kondisi kondisi yang sedang ia alamin. Semisal saja besok senin mau ujian nasional, ya support dia dengan doa donk, semangatin doanya. Tunjukkan klo kamu baik-baik saja. Klo perlu tambah rajin sholatnya biar Tuhan juga tambah sayang pada kita, dan juga sayang sama orang yang kita sayangi. Jangan malah dikirimin aneh2. Menggangu pikirannya lah, nanti nggak bisa konsen.
Rindu? Hanya sebentar, nanti klo sudah selesai ujian nasional mau bertemu tiap hari silakan. Tapi untuk kali ini, aku harus bersabar, klo dia senang kan aku juga yang ikut senang...
Selamat menempuh ujian nasional bintang!!!
I support you. Go go go!!!