Copyright © Diary Lamunan Sore
Design by Dzignine
Senin, 29 Februari 2016

Yang paling susah bukan saat meraih kesuksesan, tapi saat mempertahankannya.

...
mbak baju yang kemarin sudah jadi belum ya? aduh mas, maaf kemarin masukin 2 baju ya? iya mbak. kenapa mbak? itu semua dikecilin ato gimana mas? oooo, yang lengan panjang dikecilin mbak, yang lengan pendek itu kan di dekat leher jahitan e lepas, minta dibenerin aja.. wah, baru yg panjang mas yang jadi, gimana? mau diambil besok sekalian? anu.. mbak, yang lengan panjang aku ambil sekarang aja, soalnya mau dipake. oke mas, aku ambilkan dulu, yang lengan pendek aku kerjakan besok njih mas? ya mbak, untuk ongkosnya sekalian besok ya mbak? njih mas. makasih mbak..
aku berlalu, pergi meninggalkan penjahit yang kemarin aku minta mengecilkan baju, ya baju special pemberian seseorang. seseorang yang saat ini ada didepan ku. hahaha.. eh sebenarnya aku nggak mau ngecilin baju ini. tp klo aku mau membesarkan tubuh juga nggak bisa ya mau gimana lagi? biarkan bajunya yang menyesuaikan, aku mau naik sekilo aja susahnya minta ampun. hmmm
bajunya juga dipake waktu ada acara special aja. klo nggak special2 banget mending aku simpan yang rapi di lemari. hohoho.
...
aku hanya bisa tertegun saat dia membaca buku terakhir yang ia persembahkan untuk kami. bagiku sendiri, belum pernah aku melakukan hal yang seperti ini, mempertanggungjawabkan segala yang telah terjadi selama dia berada disini. menurutku itu luar biasa. sangat wahhhh..
opo sih, lebay..
enggak, aku bicara apa adanya. waktu aku melihat dia memegam erat tangan teman disampingnya. aku berfikiran dia mungkin sedang menguatkan hati untuk bisa berdiri di depan. aku sendiri sempat khawatir. tapi aku yakin dia mampu. dia kan anak yang tangguh. untuk saat ini.
ya meski dikehidupan kesehariannya begitu-begitu aja. hahaha peace
...
yang nggak habis pikir, dia masih pakai pepatah yang aku kasih tempo dulu. kenapa pula nggak diganti? kan nggak ada kaitannya dengan yang dia lakukan selama ini? untungnya sih aku berikan pepatah yang menurutku rada keren dibanding sebelumnya 'nggak ada rotan, akar pun jadi' weleh weleh...
...
ini kayaknya laniutan dari aku nulis sebelumnya ya, hari ini aku kan aku senang. ya mulai dari sepeda ketemu, hari nya cerah dll. trus malamnya bisa menyaksikan dia. Alhamdulillah lah untuk hari ini.
terima kasih banyak aku ucapkan untuk segalanya. apapun itu. aku nggak bisa sebutkan satu per satu. pokoknya terima kasih, tulus dari hati yang terdalam.
dan yang terakhir aku ucapin selamat. selamat telah menggugurkan kewajiban yang telah kamu emban selama ini. di kemudian hari akan banyak lagi kewajiban yang akan kamu temui, dan tentunya kamu bisa menyelesaikannya sebaik saat ini.
nanti aku bantu deh klo bisa. haha.. eh siapa kamu mas? sok sok an mau ngebantuin. anak manja mah cuma bisa minta dikasihani sama mama doank. iya kan? yeee biarin. wong namanya pengen bantu, jangan lihat asal usul atau latar belakangnya donk. lihat seberapa dia tulus mau membantumu. banyak orang yang berkeyakinan bisa membantu orang lain itu adalah kepuasan tersendiri. jadi klo ada masalah trus ada orang yang mau ngebantu kamu, diterima lapang dada donk. pintu hati harus selalu welcome untuk semua orang.. gituuu..

cerewet. udah malam mas bulan, tidur sonoh. biasane jam 9 udah ngorok kan? tumben tumbenan bisa sampai jam 10? kenapa? nggak boleh? demi boss demi. demi apa mas? demikian terima kasih. ahh susah ngomong sama orang yang ngeles terus.. iya deh mas bulan. demi dia ya? bukaaannnn... terus demi siapa? demiiiiittttttttt......
udah ah tidur. selamat menikmati malam terindah mu. good luck to you bintang!

Minggu, 28 Februari 2016

Pamitan

Alhamdulillah. namanya hati
gampang juga berubah.
aku kemarin yang benci kepada semua orang hari ini sudah kembali ke dunia normal.
sudah menjadi orang baik lagi. hahaha
ya namanya masalah nggak boleh dipendam lama-lama.
semalam aku beranikan curhat sama si bahrul, biang masalah yang sesungguhnya. biarin biar tahu rasa. (klo dia ngrasa sih, klo nggak ngrasa ya udah, aku aja yang kepedean -_-")
orang yang punya niatan baik tentunya dunia seisinya akan mendukung, dan aku percaya itu. koq bisa? iya kmrn sepeda ku hilang sudah 3 hari mencari di seluruh kawasan ini nggak ketemu-ketemu, aku bolak-balik sampai nyusuri sungai dekat kandang sapi juga nggak ada, aku pikir dibawa kesana. ternyata nggak ada. eh ketemu ketemu ternyata simple, dibawa om pur. Alhamdulillah. ketemuu. sepeda yang udah nemanin aku selama 4 tahun lamanya, dia tahu banget aku gimana, sukanya gowes kemana, nggak pernah ngambek kayak aku. ya iyalah namanya sepeda. haha :-D
aku emang aneh, sepeda saja dianggap kayak pacar sendiri, ya nggak apa2. ini dunia ku, meski cuma punya sepeda aku bersyukur, aku sudah senang. tak menuntut macam-macam. yang penting bisa buat kemana-mana. itu udah cukup.
ya meski sekarang gowes nya cuma sendirian sih. nggak masalah. yang penting bisa gowes. ayeeeee \(^_^)/
...
dan lagi, biasane klo nyuci di musim penghujan begini, baru jam 12 siang udah mendung, tapi hari ini tidak. hari ini cerah. semoga nggak perlu 2-3 hari kayak biasane, cucian bisa langsung kering. 1 kebaikan yang lain. kayaknya simple? masak ada kaitan e? nyata nya gitu. klo hati sedang senang, mau menerima semua masalah dan bisa menyelesaikannya hatine bisa lega. seperti yang aku rasakan saat ini. huaaahhhhhhh :-D
...
masih ada lagi, bapak ku yang kmrn nelpon nanyain keadaan disini, katanya hari ini mau panen padi. klo masih hujan dan nggak cerah seperti hari ini, proses manen padi nya juga susah. sawah bapak ada di tengah2 area persawahan. jalannya sempit. klo becek susah dilewatin, semoga panen nya juga melimpah, ikut seperti yang aku rasakan saat ini. panen lancar biar bisa memberi uang saku pada anak nya yang paling ganteng ini. haha.. lah ruslan, udah gedhe masih aja mengharap uang saku? kenapa? nggak apa2 donk, namanya mau dapet rejeki nggak ada salahnya donk diterima. hehe peace :-D
oh ya, ada 1 kebohongan waktu aku ditelpon semalam. tapi nggak mutlak, aku berharap itu jadi doa malahan. iya aku berbohong waktu bapak menanyakan kabar ku. tau sendiri aku lagi suntuk-suntuknya, banyak problem. ciyeee.. di tanya bagaimana kabarnya aku jawab baik banget. baru senang. dan alhamdulillah hari ini doa ku terkabul. hari ini kabarku baik banget. :-)
dan waktu ditanya kabar si bintang, aku juga jawab nya baik baik. iya aku tahu si bintang lagi sibuk sibuknya gladi bersih buat acara LPJ nanti malam. kemarin dia di hukum harus skotjump 50 hari pertama dan kedua nya 100 kali, kejem. iya kejem banget. aku nggak apa2 dia baru belajar. semoga dia bisa mengambil hikmah untuk kehidupan kelaknya nanti. biar nggak gampang cemberut seperti aku klo ada masalah. hehe.. semoga LPJ nanti malam dia kelihatan cantik, hiyuuuhhh, biarin. haha
dia baik, dia periang, dia nggak cantik, tapi dia nggak jelek, dia nggak pinter, tp aku tahu dia mau belajar, dia anak yg rajin. meski nggak tangguh-tangguh amat sih. gak masalah, yang penting dia baik.. hoeekkk :-p
semoga aku selalu senang, aku tahu klo aku senang, semua juga ikut senang. :-)

untuk abah yang kemarin aku benci, aku menyayangimu, terima kasih sudah menganggapku menjadi anakmu. semoga umroh kali ini membawa berkah yang banyak. untuk abah khususnya dan orang-orang yang disekeliling abah seutuhnya. amin

28-2-2016

dongkol? senang? sedih?
dongkol sama sedih nya iya, senangnya nggak ada.
dipanggil abah untuk pertama kalinya sejak aku masuk di sini tahun lalu, sudah setahun lebih baru dipanggil. apalagi klo bukan karena masalah.
abah sendiri bilang, beliau sebagai orang tua merasa ada yang tidak beres sama aku. iya memang aku sedang ndak beres. pikiranku kacau. hanya bisa diam.
aku tak bisa menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan abah kepadaku, lidahku kelu, seperti orang yang diinterogasi tanpa bisa menjawab sama sekali, seakan aku tak punya daya untuk mengungkapkan isi hati.
aku hanya bisa menggeleng dan mengangguk, mau berkata takut salah. aku memang penakut. padahal dalam benakku terfikir klo aku bisa mengucapkannya setidaknya beliau tahu masalahku. tapi apa? aku hanya terdiam kayak patung, cuma bisa menggeleng dan mengangguk, lagi dan lagi.
pertanyaan pertama yang beliau lontarkan, kamu pasti ada masalah ya? aku hanya bisa mengangguk.
kedua hatimu pasti sedang suntuk, coba klo pas begitu kamu makan aja rasanya pasti nggak enak? aku cuma mengangguk
pernah ditanya masa lalu, aku cuma menggeleng.
serba salah. bingung. eh tambah bingung dink. haha
kenapa pula aku begini? aku tahu aku salah, tapi??
kenapa? iya, aku sudah minta maaf, tapi entah kenapa aku merasa belum dimaafkan. maka dari itu aku masih saja merasa salah.
abah bilang, klo disini ya harus mengikuti aturan disini.
iya bah. cuma banyak peraturan yang nggak cocok dengan hati nurani ku. itulah kenapa aku selalu berontak. entah kenapa bisa terfikir seperti itu. apa niatku dulu salah? dulu sih waktu kesini aku berniat pengen banget bantu dengan sepenuh hati. aku pengen jadi contoh adik2ku. memiliki pemikiran yang luas tentang dunia ini. seiring berjalannya waktu, entah kenapa yang aku rasakan berbeda dari apa yang aku harapkan. aku merasa peraturan disini hanya mendidik adik2 ku ini hanya untuk patuh dan patuh. pokoknya harus taat sama atasan.
emang itu salah? ya tidak, itu benar, Tuhan juga bilang negara akan menjadi besar jika para warganya taat kepada pemimpinnya.
trus yang menurutmu salah dimana?
aku menganggap mereka tak pernah diberi kesempatan untuk berfikir. aku berpendapat setiap anak yang sudah beranjak dewasa pasti punya pemikiran yang baik. meski tidak semua. ada juga yang berfikirnya dicampur dengan nafsu. hanya mementingkan diri sendiri.
jadi untuk anak seusia mereka bukankah lebih baik dididik untuk patuh pada peraturan saja. biar semua aman sesuai peraturan?
aku masih tak setuju. aku ingin mereka berfikir bebas, tentu dengan batasan sesuai peraturan disini. meski mereka lugu, belum se dewasa kita pasti mereka ada niat baik juga untuk tetap disini. ada sesuatu yang mereka kejar. aku masih meyakini itu.
aahhhh membahas seperti ini memang tak ada habisnya. memuakkan, bikin tambah beban di hati. 'seneb' klo orang jawa bilang.

trus? apa aku akan tetap mengurung diri seperti saat ini? kamu yang sekarang tak berkawan?

biar, aku sudah terlanjur bingung. mau mendekat aku sungkan. hanya bisa menjauh dan menjauh. berharap bisa mengembalikan keadaan seperti semula. tapi aku masih egois, biar mereka yang memulainya. klo ini terjadi pasti ego ku akan meminta hal-hal lain. yang tentunya semua yang tak cocok dengan peraturan ini.
jika aku keluar? itu hal yang paling jahat yang dilakukan manusia di muka bumi ini. lebih jahat daripada adofl hitler membantai hampir semua kaum israel, cuma beliau memiliki motif. sementara aku? jika keluar aku juga belum tahu kemana, dan untuk yang ditinggalkan belum tentu bisa memaafkan perilaku ku ini. klo masalah pengganti sih, sudah banyak yang mampu menggantikan posisiku disini. aku bukan orang penting. bukan juga orang yang diunggulkan. pendapatku tak pernah diterima.

siaaaaalll. sebal.
Ya Tuhan, sejak awal aku hampir lupa akan hadir-Mu, apa iya aku sudah mendewakan ego ku sehingga aku lupa Kamu. Engkau yang membuat hati ini. aku minta Engkau pula yang menjaga nya. jauhkan dari ego. please. buat aku lebih dewasa.

buat abah, yang menganggap aku anakmu. jujur aku kesal ditanya begini. meski tak ada niatan membenci. tapi benciku juga muncul kepadamu. awalnya aku berharap engkau tak menanyakannya biar aku tak benci kepadamu tapi ya sudahlah. semoga aku menemukan hidup yang baik. amin

Sabtu, 27 Februari 2016

Entah

Tiap hari hatiku menangis
lebih deras daripada hujan musim ini
Banyak masalah yang terjadi
Setiap ada masalah, rasanya pengen menghindar
Aku memang pengecut
Nggak pernah mau menerima segala keputusan yang diambil orang
aku terlalu egois
tak pernah menerima pendapat orang lain
mungkin aku sombong?
sudah mendekati, aku terlalu mendewa kan otak ku.
tak pernah mau menerima aturan orang
Aku terus memikirkannya. sedetik mau melupakan pun aku tak bisa
selalu ku pendam
semakin dalam, semakin deras tangis dalam hati ini
Apa iya aku nggak pernah bisa patuh sama orang lain?
bukankah itu perilaku ku sejak dahulu?
tetapi mengapa kau bilang aku sudah berubah?
bukan, kau yang sudah berubah wahai kawanku. aku masih seperti yang dulu.
kau tlah berubah menjadi orang baik. tidak seperti ku
aku suka membangkang. tak peduli itu teman, sabahat ataupun kawan
hanya 1 yang tak pernah aku pungkiri, aku tak pernah bisa menjadi orang naif, mudah menutupi kesalahan diri sendiri
seringnya aku berbuat salah, tak lama aku disalahkan
aku sudah minta maaf, minta maaf sesuai keinginanku
tapi kau sudah berubah, tak pernah mengerti kondisi ku.
kau pasti juga meminta yang sama, kau meminta ku supaya aku mengerti kondisimu.
aku sudah melakukannya.
sudah ku lakukan apa yang aku bisa, namun, kau tak pernah memandang ku tulus.
selalu saja salah dimatamu.
sebenarnya aku tak mau menjadi pengkhianat, kalau aku yang dulu, melihat mu salah pasti aku tegur
sekarang? mungkin aku sudah menjadi pengkhianat sejati, aku memang di dekatmu, tapi hati ini tak mau lagi tahu semua persoalanmu
kenapa?
kenapa aku begitu?
rasa percayamu sudah pudar padaku
itu yang ku rasakan
kenapa aku tak mau mendekat kepadamu?
aku tak ingin dengan mudahnya aku membodohimu
membujuk rayu, mengadu domba, meminta belas kasihan, merongrong dari dalam
kini aku malas, tak semangat seperti dulu. tak ada lagi yang aku perjuangkan. aku enggan menyapa, apalagi harus bicara
aku egois? silakan bicara sesukamu, semakin kamu mengatakannya semakin besar pula malas ku padamu.
tiada angan, mimpi dan harapan.
ada ku hanya fatamorgana
selalu jadi bayang semu yang tak pernah menjadikan mimpi-mimpimu nyata
kenapa pula aku mengungkapkannya
bukankah aku malas padamu?
memang.
aku punya harapan, semoga tak pernah lagi kau temukan pemberontak seperti ku.
biarlah kawan-kawanmu patuh pada perintahmu, dan tak pernah membangkang layaknya aku.
aku lapang, biarlah semua membenciku. memang pengkhianat pantas dibenci.

dari ku yang tak pernah berbohong kepadamu
untuk teman ku, bahrul m

Kamis, 25 Februari 2016

Surat

dear
robiatul jannah

aku kangen, kangen banget...
aku pengen curhat banyak hal sama kamu...

ruslan shidiq

Minggu, 21 Februari 2016

Aku sang Pemimpi

maaf tulisan ini bukan meniru judul novel sang pemimpi, hanya saja aku juga ingin jadi sang pemimpi seperti yang kayak di novel itu. haha
...
cploookk, cploookk,, suara sepatu diatas tanah yang lembab, bukan hanya lembab tapi bener-bener becek. hujan seharian telah mengguyur seisi desa tempatku tinggal. desaku yang kecil, jalanan masih belum diaspal, masih berupa tatanan batu kali yang licin. kalau sudah hujan, jangankan sepeda motor, manusia yang bisa lari cepat saja pasti akan kewalahan melintas di jalan desaku. biarlah. memang desaku terpencil, jauh dari kerumunan. hanya ada beberapa keluarga. desa yang masih asri belum terjamah apa-apa saat itu. tak banyak yang punya televisi. mungkin baru 2 keluarga. satu milik pak RT, satunya kepunyaan mbah karso. mbah karso ini punya warung tempat biasa simbah sama anaknya. maksudnya bapak saya, nongkrong tiap pagi sebelum berangkat ke kantor. ciyeee kantor. iya kantoran bapak ku di sawah. maklumlah namanya juga petani. kantorannya pasti di sawah.
cplokkk.. cploookkk.. suara sepatu ku terhenti. akhirnya aku tiba di rumah. lega telah melewati halang rintang kayak benteng takesi, jalanan becek, jauhnya dari sekolah yang lain desa hingga depan rumah. becek semua. sebel? jangan ditanya. itulah kenapa saya punya sepatu dua. klo musim hujan, satunya pasti basah, satunya dipakai. selalu setiap hari. bisa bayangkan betapa senang, ya sebel yang sudah menggenang -_-"
...
saat itu usia ku baru tujuh tahun, duduk di bangku SD kelas 2. sekolahannya lumayan jauh dari rumah. setiap hari jalan-jalan klo berangkat sekolah. belum dibelikan sepeda sama bapak, belum jadi anak SD beneran, kayak yang di lagu: kring kring kring, sepedaku roda dua kudapat dari ayah karena rajin bekerja". lagu itu penuh kepalsuan, aku tiap hari mati-matian menggembala kambing tiap pulang sekolah, memberi makan ayam tiap pagi, mengurungnya tiap sore, tapi hingga kelas dua SD aku belum punya sepeda. makanya aku tiap pagi jalan-jalan klo ke sekolah. iya jalan beneran. bukan jalan-jalan buat refresing, tapi karena terpaksa, keadaan lah yang membuatku begini. hahaha.. biasa aja keles. temen lu juga jalan kaki klo berangkat sekolah, gak usah heboh gitu. hihihi
...
lupakan soal sepeda dan jalan-jalan. ada hal yang ingin aku tulis disini. secuil kisah waktu aku kelas 2 SD. waktu dimana aku masih imut. dulu kulitku putih. ganteng. banyak tante-tante suka mencium ku. hahaha.. eh koq tante-tante? emang di desa ada panggilan tante? nggak ada sih. biar keliatan gaul aja.
...
rumput hijau tumbuh diseluruh penjuru lapangan, terletak di tengah-tengah desa. bagai taman kota menghias permainya desa kami. ada pohon asam di pojok lapangan, tempat kami, anak-anak kecil pada berkumpul setiap sore. pohonnya rindang, selalu berbuah setiap tahun. tak pernah mengenal kata hari libur. jadi, klo setiap hari pengen maem buah asam, tinggal panjat aja keatas. ato klo nggak tinggal di lempar pakai sandal. haha
...
"kapoooookkk. kamu lagi yang jaga. kita berempat yang sembunyi!" celoteh rina. anak kelas 3 SD yg paling gedhe diantara kami. "sialllllll, kenapa slalu aku yg kalah hompimpa?" gerutu maman sebal. sejak dimulai permainan petak umpet habis pulang sekolah. sudah 6 kali putaran dari 9 kali permainan dia terus yang jaga. memang apes dia. aku sebagai teman sebenarnya nggak tega. cuma kalah ya kalah. harus jaga sampai dia menang. :-D
...
huuusss jangan berisik nanti ketahuan" bisik ku kepada evi. dia paling nggak bisa klo disuruh anteng saat sembunyi di kolong meja. takut ada tikus lah, ada ularlah ada jin, setan dan sebagainya.
"6... 7... 8... 9... 10... yak saatnya mencari" teriak maman dari bawah pohon asem. ceritanya pangkalan petak umpetnya di pohon asemnya itu. yang lain sembunyi di rumah-rumah sekitar lapangan, lapangannya nggak ada apa-apa. kurang bagus klo buat sembunyi. adalah rumahnya andi, evi, erma dan yang terakhir rumahku yang terletak di barat lapangan. sudah seperempat jam kami sembunyi baru rina sendiri yang sudah ketangkap sama maman. tinggal aku, evi, dan erma. si andi nggak ikutan, cuma rumahnya yang kami gunakan untuk bersembunyi. ibuk dan bapaknya andi sudah tahu kebiasaan kami. jadi mereka nggak berfikir aneh-aneh klo kami menyusup kayak tentara di pinggiran rumahnya. ya kadang kaget juga pas waktu dipanggil sama beliau. bikin ketahuan ngumpetnya di rumah andi. makanya aku jarang ngumpet di rumahnya klo andi nggak ikutan main petak umpet.
...
pukul 15:00 suara adzan bentar lagi berkumandang, baru rina, erma yang baru ditemukan oleh maman. rina ditemukan pas waktu ngumpet di rumah e andi, erma ketahuan ngumpet di rumahnya saat nonton tv. evi masih sembunyi di rumahnya sendiri, awalnya aku sama dia bersembunyi di rumahku. tadi sempat aku usir gara-gara rame terus, bikin nggak jenak sembunyinya.
...
"ruslan, sudah mau ashar hlo. sudah sore cepetan mandi, ibuk mau pergi njemput bapak mu di sawah". sejak ngumpet yang terakhir aku sembunyi di dalem rumah ku sendiri. cuma tiduran diatas kasur.
...
"ruslan mana nih vi, katanya tadi ngumpet sama kamu? koq nggak muncul-muncul? sudah setengah jam nungguin nih" cerocos maman. "gak tahu man, tadi sih iya sama aku. cuma dia pergi entah kemana" jawab evi. evi diketahui maman sembunyi waktu makan jajan di rumahnya erma. ibuknya erma punya toko kelontong yang komplit, semuanya ada disana. maman sudah mulai frustasi, belum juga nemukan aku dimana-mana. waktu dia nyari ke rumahku ibuk ku sudah berangkat ke sawah njemput bapak ku. pintu rumah juga tertutup. jadi maman nggak berani masuk ke dalam rumah.
...
brumm brummm suara sepeda motor ibuk sudah datang. bapak dan ibuk baru aja pulang dari sawah. melihat aku yang tidur di kasur ibuk langsung marah-marah. "ruslaaaaannn, banguuuunn. udah mandi belum tadi? sudah jam 5. bangun sana!". jam berapa? jam 5? aku langsung terbangun dari kasur. eh maman apa kabar? sudah dua jam lebih aku ketiduran di kamar. aku bergegas mandi. selesai mandi menyempatkan menengok lapangan sejenak.
...
lapangan kosong, tak ada seorangpun disana. teman-temanku sudah pulang. sedih rasanya. cuma aku juga menahan tawa. aku nggak tahu apa yang sudah terjadi selama 2 jam terakhir. :-D