Copyright © Diary Lamunan Sore
Design by Dzignine
Jumat, 25 Maret 2016

Pulih

Didiamkan selama seminggu, ah rasanya sudah kayak mayat hidup. Tubuh nggak sakit, tapi selalu merasa gemetar. Aku nggak tahu apa itu namanya.
Akhirnya ku coba untuk berani menanyakannya. Dimana salahku? Kalau terus begini. Hanya pikiran kotor yang slalu menyelimutiku.
Ku beranikan bertanya hanya ingin tahu isi hatinya. Butuh keberanian memang. Tapi harus aku lakukan. Kalau nggak, masalah ini tak akan pernah selesai dengan sendirinya. Hanya butuh sedikit untaian kata untuk bisa saling mengerti.
Melihat dia tersenyum lepas kepadaku lagi sungguh melegakan. Masalah kemarin bisa dikatakan salah paham belaka. Tapi sudah lah, aku tak mau membahasnya. Yang penting aku sudah bisa melihat senyum cerahnya lagi.
Jadi inget pertama kali, kenapa aku bisa suka sama dia. Bikin ketawa ketiwi sendiri. Hihihi
Sekarang dia udah gedhe beneran, lebih cepat dewasa dari yang pernah aku bayangkan. Keren...
Jadikan pelajaran.. :-)
Terima kasih bintangku. Terima kasih telah menerima diri ini yang sangat telat mikir (telmi) untuk mengerti keadaanmu. :-)

Kamis, 24 Maret 2016

Takut salah

Fokus UN dulu mas.
Itulah yang menjadi alasan banyak anak muda saat ingin menyendiri tatkala sedang mesra-mesra nya berpacaran. Alasan paling mutakhir, biasanya sering diucapin sang cewek? Bener nggak sih?
Nggak usah dijawab. Hahaha
Bukan nya ngece kaum hawa hlo ya :-)
Hanya sedikit ngasih tips, bila kamu menjumpai kisah seperti ini.
Begini, sebenarnya ini juga aku alamin sendiri, si bintang, cewek yang selama ini gue kejar-kejar kayak maling tiap harinya. Dia udah mencuri hati dan perasaan ini. Klo nggak gue kejar, ya lemes sudah raga ini. Gak punya cinta, udah direbut seluruhnya. Sebut saja begitu. Hahaha
Ceritanya si bintang bentar lagi mau UN, dia baru kelas 3 tingkat SMA. Nggak ada sebulan ujian nya akan dia lalui. Saat-saat ini lah, kesabaran cowok. Klo disini ya aku. Kesabaran ku benar-benar diuji.
Yang paling ngeselin, bintang itu orangnya periang, murah senyum, dan senyumannya. Hmmmm tiada bandingan. Menurut gue.
Tiba-tiba menjelang UN, doi berubah total. Mending klo dia mau ngomong. Mas, saya mau fokus UN dulu, mas untuk sementara waktu coba nyari kesibukan lain aja, jangan ngejar-ngejar gue terus. Biarkan dedek membuktikan klo ujian nanti dedek bisa dapat nilai yang bagus, dan tentunya bisa membuat mas bangga.
Itu yang sebenarnya aku harapkan. Tapi tidak, dia mendadak diam. Pake acara marah segala, terus yang paling aneh dia pake kacamata segala. Haaa? Emang dia minus? Tak pernah dia katakan kepadaku. Ya kaget. Sempet shock. Saat gue sedikit membuka pertanyaan dia jawabnya pake nada sinis pula.. Ya tuhaaannn, cobaan apa ini? Ngapain nanya²? Jawabnya. :'(
Aku kaget banget. Hatiku menjadi tak karuan, kenapa doi bisa sampai berubah gitu. Mending klo ngomong dulu, hla ini enggak sama sekali. Tuhaaaannn..
Lemes sudah diri ini.
Berjam-jam aku termenung, salah apa aku? Aku mencoba menyibukkan diri? Aku tak bisa, slalu kepikiran terus. Slalu mencari cari sebenarnya apa yang salah dengan diri ini?
Jalan buntu yang aku dapat. Aku sendiri belum pernah ngalamin yang kayak ini. Baru kali ini. Makanya aku sempet shock.
...
Ada 2 pilihan, mau tetap shock, atau mau menerima dengan sabar?
Klo aku menerima dengan shock, akan banyak masalah yang timbul, yang paling bahaya muncul dugaan dugaan yang timbul dari hati yang jelek. Pertama aku pakai ini. Ya jalan buntu tadi yang aku dapet.
Beberapa jam berlalu, akhirnya hati ini tak kuat menahan, aku relakan saja, hanya sedikit membuka hati. Mungkin dia benar-benar mau fokus ujian dulu. Aku nggak boleh terus bersedih cuma gara-gara hal semacam ini. Dia kan lagi berjuang untuk meraih masa depannya. Aku harus mencoba memahaminya. Harussssssssss
Meski berat
Sedikit meluangkan waktu, mencoba untuk bersabar, membuka sedikit perhatian. Itu yang harus aku lalukan. Kayaknya itu jalan yang terbaik.
Untuk dirinya? Aku hanya bisa mencintainya, dan mendoakannya dari tempat ku berada. Semoga dia slalu sehat. Dan diberikan sgala yang terbaik untuknya. Cuma itu harapan ku. Hanya itu. Tak kurang tak lebih.
Melihatnya bisa tersenyum kembali pun sudah bisa membuatku senang kembali.

Rabu, 23 Maret 2016

Aku tak tahu, tapi kenapa aku merasa salah

Hari ke 5 semenjak bintang marah padaku, itu yang masih aku rasakan. Saat ini aku merasa sedang dibenci oleh orang yang sangat aku sayangi.
Kamu nggak tanya bagaimana sakitnya?
Serasa lumpuh, kagak ada semangat sama sekali, walau sudah gowes, beli kaos baru, muter2 pake motor, tapi tetep aja rasa sakitnya nggak ilang-ilang.
Aku orang e nggak gampang mengerti perasaan orang, seringnya aku bertanya sedang ada apa, apa dia marah? Atau sedang merasakan apa? Dia nggak mau mengatakannya. Dalam hatiku belum sepenuhnya lega, meski kemarin dia sempet ngomong beberapa patah kata. Masih banyak tanda tanya menyelimuti hati ini. Semalam aku juga nggak bisa tidur.
Akhir-akhir ini jantungku berdegup lebih kencang daripada biasanya. Hati jadi was-was, nggak tenang. Dada serasa sesak.
Aku pengen bicara lagi bersamanya. Pengen tahu isi hatinya. Klo belum tahu hati ini masih saja gelisah. Masih saja merasa bersalah. Dan bodohnya lagi, aku nggak tahu apa salahku. Haha
Dasar lelaki. Nggak peka. Biarlah...
Yang bisa aku lakukan saat ini cuma menunggu, biarlah dia menenangkan hatinya dulu. Aku nggak mau mengganggunya. Sudah banyak kebodohan yang aku lakukan padanya. Aku tau dia menderita karenaku.
Tapi?
Aaahhh.. Aku sangat mencintainya. Aku tak mau kehilangannya.
Sedih harus begini.
Dia masih muda, biarlah dia mengejar masa mudanya. Aku hanya penghalang saja. Tak pernah ada baiknya. Aku bodoh. Tak punya apa-apa yang bisa aku banggakan untuknya. Punya apa aku?

Ya Tuhan, berikan sgala yang terbaik untuknya. Hanya Engkau yang tahu mana yang baik, dan yang terbaik. Untuknya dan seluruh keluarganya. Aamiin

Kamis, 03 Maret 2016

tentangku part II

entah nanti akan menjadi berapa part cerita tentangku aku kurang begitu tahu, yang penting aku wujudkan dalam tulisan itu saja yang ada dibenakku.

tentang baik-buruknya orang, setiap orang punya itu. mereka yang baik tak selamanya melakukan hal baik, dan mereka yang buruk demikian juga, tak selamanya mereka melakukan keburukan terus menerus. orang yang baik kadang bisa melakukan hal yang buruk pula, entah disengaja atau tidak. akan tetapi, prosentase mereka melakukan hal buruk tersebut sangatlah kecil, kadang mereka tak sadar melakukan hal tersebut. begitu sebaliknya.

tentangku, aku sendiri tidak tahu aku termasuk orang baik atau orang yang berperilaku buruk. yang bisa menilai adalah orang lain. kalau dari aku sendiri, aku hanya ingin melakukan hal baik, entah untuk diriku sendiri, maupun orang lain. yang menurutku baik belum tentu menurut orang lain baik, berbeda perspektif atau sudut pandang menilai orang lah yang membuat demikian. atau bisa saja kurangnya pemahaman tentang suatu hal yang dilakukan orang dalam hal ini, yang aku lakukan, tidak semua orang mengerti apalagi paham akan suatu yang baru aku lakukan. kalau orangnya agak cerdas, paling bilang aku melakukan hal aneh. klo orangnya agak bodoh, mereka akan mengatakan aku melakukan hal buruk, bisa jadi.
bagaimana solusinya? aku harus bisa menjelaskan tentang hal yang aku lakukan kepada orang yang memandangku. kalau mereka bisa menerima penjelasanku, aku rasa mereka akan sepakat dan menerima pula yang aku lakukan.
...
saat aku masuk bangku sekolah dasar untuk yang pertama kalinya, yang ada di otakku hanya aku bisa keluar rumah, bisa bermain dengan teman-teman dari desa lain. yang terpenting aku bebas dari jeratan kedua orang tua ku. sekolah memberiku kebebasan untuk tidak selalu berdiam diri menatap pekerjaan yang ada di rumah. ya, aku masih kecil. aku perlu mengenal dunia luar, berbeda dengan kedua orang tua ku, aku harus bisa menempuh kursi perkuliahan meski orang tua ku hanya lulusan sma, dan ibuk ku yang telah melahirkan aku hanya mau menempuh bangku sekolah sampai tingkat 5 dasar. aku tak mau terus menerus menggeluti pekerjaan orang tua ku yang selama ini untuk aku bisa membeli mainan saja aku harus menyisihkan uang jajan ku, dan uang THR dari kakek-nenek ku. mereka memang pelit, bukan karena sifat mereka, tapi keadaan saat itu yang membuatnya. kami harus membiasakan hidup sederhana, contohnya membuat mainan dino yang setiap malam menghiasi meja belajar ku. kereeen.
...
continued

Selasa, 01 Maret 2016

tentang ku

Nama ku ruslan, bukan nama samaran, nama asli yang diberikan bapak ku waktu aku berumur 7 hari (kata bapak sih gitu), aku dibesarkan di sebuah desa di kota mungil dekat pegunungan lawu. lebih tepatnya utara gunung lawu. ya kota yang sejak dulu nggak berubah. walau sudah ganti kepemimpinan selama 4 periode, tetap saja alun-alun tengah kotanya seperti itu. hehe
Saat ini hidupku hampir seperempat abad lamanya. wow. ternyata. lama juga ya. tapi nggak terasa tuh. tiba-tiba udah segedhe ini. sudah 4 tingakatan sekolah aku lalui, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah tingkat atas sampai perguruan tinggi. Alhamdulillah perguruan tinggi negeri, yang kata orang sih klo bisa kuliah di PTN prestige nya lebih dibanding yang swasta. dan hanya sebatas kata. faktanya? swasta maupun negeri semua tergantung yang ngejalanin. klo sungguh-sungguh dia bisa, klo hanya sekedar asal kuliah saja, non sense. btw, koq nggak dari TK mas? udah terlalu pintar waktu mau masuk TK dulu, jadi langsung masuk ke SD. bukan alasan utama. sebenarnya karena umur, anak seperti aku yang memiliki kelahiran di bulan ke 10 masehi emang rada nanggung, kenapa? klo mau masuk TK nanti masuk SD nya terlalu tua, klo langsung masuk SD dianggap terlalu muda. nah loh. padahal nyatanya waktu masuk SD, masih banyak teman-teman ku yang umurnya lebih muda beberapa bulan dibanding aku. biarlah..
Masa kecil?
masa kecil kurang bahagia? banyak sekali cibiran seperti itu. sampai sampai ketika orang sudah dewasa ada yang masih memainkan permainan anak-anak masih dicibir ahh masa kecilnya kurang bahagia paling, padahal kan enggak! bisa saja sekedar iseng lah, atau refresing pengen mengenang masa kecil. hehe ada-ada aja.
untukku sendiri? saya akui masa kecil kurang indah, tak seperti kebanyakan anak-anak lain. sampai saat ini, aku merasa klo masa kecilku kurang bahagia, kurang banyak bermain, seperti anak-anak yang lain. aku sering dirumah. membantu pekerjaan orang tua dsb. wah mas ruslan, rajin sejak kecil berarti? enggak juga. aku nggak bisa bermain karena orang tua ku. sejak kecil aku dipaksa hidup kerja keras. aku jarang diperbolehkan bermain keluar bareng anak-anak yang lain. namanya anak kecil pasti lah pengen bisa hari-harinya bermain bersama. naluri. tapi aku tak bisa melakukannya. ibuk ku penyebabnya. beliau sangat kolod. katrok. dalam kartu keluarga ibuk ku hanya mengenyam bangku SD, padahal aslinya tidak demikian. beliau dulu putus sekolah waktu kelas 5 SD, putus sekolah bukan karena bapaknya nggak kuat membayar biaya sekolah, tapi emang kemauan ibuk saya sendiri. katanya, sekolah bikin pusing, mending nyari duit bantu kakek ku di pasar. Ya, namanya orang dulu, kakekku juga malah seneng ada yang ngebantuin jualan.
bentar mas, bentar, koq tadi nyebut karena sang ibu? emang kenapa sang ibu?
ya, karena kekolotan beliau lah yang menyebabkan aku merasa masa kecilku kurang bahagia. waktu kecil, aku sudah dipaksa bekerja. jarang sekali bermain. sering kali berontak. tapi tak bisa. ibuk ku orangnya galak. sampe-sampe bapak ku juga ikutan galak. padahal aslinya bapak orangnya kalem, penyabar, dan tentunya sayang anak. setiap kali aku punya kesempatan bermain itu saat ibuk ku belum pulang dari pasar. waktu beliau pergi ke pasar aku bisa bermain sesukaku. klo dulu waktu masih balita, aku sering main ke rumah nenek yang rumahnya ada di sampingku. hampir setiap hari bermainnya di tempat nenek. bermain di teras, kadang juga di kebun belakang. mainan jaman dulu hanya tanah liat. dibentuk-bentuk sesuai imajinasi. kadang bikin monster lah, bikin robotlah, atau mobil-mobilan. yang masih aku ingat, dulu aku pernah buat dinosaurus, aku sengaja membuatnya agak besar. tak cukup mengumpulkan tanah liat nya sehari. aku membuatnya berhari-hari cuma lupa tepatnya berapa hari. patung dinosaurus tadi aku buat sebagai hiasan meja belajarku. meski kecil aku sudah dibelikan meja khusus belajar. hanya aku yang boleh menggunakannya. patungnya aku letakkan di pinggir meja, di mulut dinosaurus aku beri lampu kecil yang biasa buat dipake di lampu center. perut patung aku buat untuk wadah baterai abc, 2 buah. dengan di salurkan melalui kabel di dalam patung lampu kecil itu bisa menyala. untuk saklarnya? tinggal menggerakkan tangan dino ke bawah dan otomatis mulut dino bisa menyala terang. bisa buat menerangi aku saat membaca buku iqro'. ya baru itu yang baru bisa aku baca. aku malah belum bisa baca tulisan latin.
....

cerita lanjut lain waktu. nanti di part 2 ya? sudah ngantuk. mau tidur dulu. bye bye