Copyright © Diary Lamunan Sore
Design by Dzignine
Rabu, 30 Desember 2015

4-01-2016

Hai bintang, sudah berapa hari kamu tak mengunjungi blog ku ini. Aku berharap kamu sering-sering mampir kesini, ntah cuma sekedar iseng atau benar-benar pengen baca tulisan tulisan ku yang norak ini. Hhha

Hari ini hari dimana aku memasuki usia 25tahun hijriah, dulu pas lahir tepat tanggal 24 robiul awal 1412 H. Jadi sekarang sudah 25tahun. Klo tahun masehinnya sih baru 24 tahun. Hha

Eh makasih banyak kamu udah bela-belain puasa senin-kamis buat aku dihari ini. Aku sendiri malah gak bisa puasa, bukan karena bnyak kerjaan, tapi karena kurang terbiasa aja dengan puasa senin kamis. Perut e kayak karung, klo makan kan musti sepiring mencep. nggak kayak kamu, secentong buat makan berdua. haha :-p

Minggu, 13 Desember 2015

Menulislah

"Kalau kita bukan orang terkenal atau anak ulama, maka menulislah"
Bagi seseorang yang suka iseng-iseng dengan dunia tulisan, biasanya seseorang menulis itu memiliki tujuan untuk "mengabadikan" momen yang terjadi. Entah berupa diary sehari-hari, atau suatu kejadian yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tidak ada tujuan khusus mereka dalam menulis cerita atau tulisan2 mereka, ya kadang cuma pengen meluapkan isi hati, bukan tuk dibaca orang lain, hanya sekedar menggambarkan perasaan yang sedang dialamai. Emang menulis bisa membantu seseorang untuk meluapkan isi hatinya? Coba sendiri aja klo penasaran :-D. Tapi ada juga yang menulis untuk benar-benar disimpan, dijadikan kenangan sehingga bisa dibaca di waktu lain. Jadi saat kangen momen itu, tinggal buka dan baca lagi tulisan itu. Yang mana tulisan-tulisan itu bisa membuat seseorang tertawa geli ketika menemukannya, padahal tulisan itu mungkin sudah terlupakan, saat dibaca ulang bagai menembus ruang dan waktu seakan kisah / kejadian saat menulis tulisan itu terulang kembali. :-D
“Menulis adalah sebuah pekerjaan yang sulit” kata siapa? Itu hanya isue yang sudah terlalu lama beredar dalam pikiran masyarakat, saking lamanya seakan-akan sudah mendarah daging, dan pada akhirnya membuat mereka memiliki anggapan sangat mustahil menjadikan diri mereka menjadi seseorang yang bisa menulis. Ya.. tidak 100% itu benar, memang menulis juga mudah untuk dilakukan, tergantung anggapan masing-masing individu dan juga minat aslinya. “ Nothing's impossible” tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Sebenarnya menulis bisa dikatakan sama layaknya pekerjaan yang lain, menulis tidak jauh beda dengan sepak bola, tak jauh beda dengan merakit sebuah bom atom, kenapa? Lihat saja contohnya dalam dunia sepak bola, ada messi atau christian ronaldo yang kini sedang mentereng-menterengnya menjadi pesepak bola internasional, dikira messi atau ronaldo waktu lahir langsung bisa main sepak bola, kan tidak. Mereka lahir sama seperti layaknya manusia pada umumnya. Hanya saja ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan bakat seperti sepak bola, beda orang yang memiliki bakat dengan yang tidak ialah yang berbakat akan lebih mudah beradaptasi jika dibandingkan dengan yang tidak berbakat, meski yang kurang berbakat sudah mati-matian berusaha kadang mereka tidak bisa melebihi yang memiliki bakat dalam sebuah bidang pekerjaan. Bukan berarti kita mudah menyerah jika melakukan sesuatu koq kita tidak bisa segera menguasainya. Dalam ilmu psikologi diterangkan bahwasannya otak manusia bisa diklarifikasikan menjadi 2 bagian: alam sadar dan juga alam bawah sadar. Simple nya alam sadar adalah alam dimana saat mata kita terbuka, berfikir untuk jangka pendek, semisal kita menerima ilmu maka alam sadar kita yang pertama menerima, nah selanjutnya saat kita tidur semua yang kita terima itu akan sulit diungkapkan kembali, semua ilmu itu akan disimpan dalam alam bawah sadar kita, klo digambarkan alam bawah sadar itu bawai kolam besar yang berisi segala ilmu yang pernah kita terima, selanjutnya tergantung otak kita mampu menampilkan kembali dalam ingatan tidaknya. Kalau tidak mampu mengangkat dari alam bawah sadar seringnya kita mengatakan “lupa” akan sesuatu. Kaitannya dengan hal ini, sesuatu yang berada didalam alam bawah sadar akan mampu terangkat kalau kita selalu mengulang-mengulang hal yang ingin kita lakukan. Misalnya saja makan, saat kecil kita tidak bisa memasukan sendok ke dalam mulut sendiri, saat sudah remaja, kita makan di kegelapan tangan kita tak pernah meleset memasukkan makanan ke dalam mulut.
Begitu halnya dengan menulis, kenapa menulis bisa menjadi pilihan setiap orang dalam menemukan hal yang bermanfaat bagi diri sendiri. Menulis tidak memerlukan bakat, menulis bisa dilatih. Semakin banyak kita berlatih maka tulisan kita akan semakin bagus. Yang penting kita tidak menyerah di awal. Seringnya orang gagal dalam meraih sesuatu dikarenakan mereka mudah diawal, menganggap mereka tidak mahir dalam melakukan sesuatu tersebut. Mereka terlalu mudah menganggap diri mereka kurang cocok dengan hal tersebut. Dan sampai kapan pun kalau kita memiliki kepribadian seperti ini maka diri kita akan sulit dan lama menjadi orang yang bisa dikategorikan dalam “orang sukses”. Sebenarnya orang sukses bukan orang yang bisa dalam segala hal, melainkan orang yang fokus dalam sebuah hal, tapi dia terus menggali potensi dalam dirinya terhadap hal tersebut. Memang dibutuhkan waktu lama, tapi keberhasilan orang fokus dengan orang yang kurang sungguh-sungguh akan beda hasilnya. Pastinya akan lebih baik yang fokus daripada yang tidak.
Menulis sangat mudah, bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan media apa saja. Tidak harus di komputer atau laptop seperti zaman sekarang ini. Sebenarnya perkembangan zaman tujuannya untuk mempermudah hal kita lakukan, bukan membuat kita menyerah bila tidak bisa mengikutinya. *aku kira sih begitu, hihi. Contoh mudahnya kita bisa membuat tulisan tentang keseharian kita, mungkin tentang kondisi hati saat ini, bisa saja membuat cerita, membuat puisi atau sekedar pantun yang mungkin tak bisa membuat orang tertarik setidaknya kita bisa mengasah otak kita lewat itu. Cobalah menulis dengan menggunakan bahasa yang baru kita kuasai, klo ada perasaan bila jadi nanti diketawain teman kamu lebih baik tulisan itu kamu simpan, nanti kalau sering menulis pasti lama kelamaan tulisan kita akan lebih bagus, nah pas kiranya sudah baik untuk dipublikasikan coba saja iseng2 tempel di mading sekolah atau tempat umum yang sudah disediakan. Pasti bermanfaat koq :-)
Hampir kelewatan, menulis tidak bisa dipisahkan dengan kondisi pribadi masing-masing. Maksudnya gimana om? Maksudnya saat kita membuat tulisan tidak bisa dipungkiri ada banyak sekali kaitannya dengan perasaan hati, lingkungan sekitar dan juga tingkat referensi bacaan kita. Semakin banyak orang membaca maka dia akan punya banyak wawasan yang bisa dituangkan dalam tulisannya nanti. Kalau dia tidak pernah membaca mana bisa dia membuat tulisan yang baik. Mau nulis apa saja sudah bingung. Hihihi

so?? keep writing & reading. Jangan cuma baca isi hati orang saja, nggak penting. Hahaha