Samar-samar aku ingat kembali waktu kapan kamu memberikan novel itu untukku. siang kah? atau sorekah? iya 3 buah novel yang tebal yang baru saja kamu beli, jauh-jauh ke kota. jujur aku kaget saat menerimanya, bagaimana bisa kamu membelinya? ku rasa aku orang yang paling mengerti tentang diri mu, yah itu sifat percaya diriku yang berlebihan, aku merasa paling mengerti tentang semuanya, sampai berfikir aku juga tahu tentang berapa kali kamu bisa jajan dalam seminggu. maaf, aku sangat sok tahu.
Gimana ya? aku bingung harus percaya atau enggaknya? awalnya aku hanya berfikir setelah sekian lama di asrama akhirnya kamu diberikan kesempatan juga untuk diajak bermain ke kota. kamu akan liburan dengan banyak teman-temanmu. hanya itu tak kurang tak lebih. aku sudah sangat senang mendengarnya.
saat kamu memberikannya kepada ku sungguh aku kaget, hey mimpi apa aku semalam? sesuatu yang tak pernah aku inginkan sesuatu dari kamu, tapi mengapa kamu malah memberiku lebih? apa ini yang dinamakan kebahagiaan? bisa memberi walau tak pernah menjadi harapkan? kamu?
tulisan dibalik sampul novelnya tersurat milik kita, berarti tak hanya aku saja yang berhak memilikinya tapi kamu juga? iya kan? terima kasih telah memilih aku untuk bisa menjaganya. bukan apa-apa, tapi yang namanya rejeki tidak mudah dicari, rejeki tak akan lari kemana, rejeki memang di tangan Tuhan, namun klo sudah menjadi rejeki aku harus menjaganya, karena Tuhan sudah menitipkannya untuk ku, akan ku jaga slalu, jika sampai hilang berarti aku telah menyia-nyiakan apa yang sudah diberikan Tuhan untuknya. Tuhan Maha Mengerti, dan itu yang aku imani.
hanya saja, aku tak bisa menempati janji, klo nggak salah aku sudah berkata untuk bisa membacanya sampai tuntas, suatu hari nanti bisa membacakannya untukmu, tapi,,, sampai malam ini, entah malam yang nggak tahu jumlahnya aku belum selesai membaca novelnya. masih sekitar setengah buku yang belum aku baca. tak banyak alasan. diriku memang aneh, pernah baca novel tebalnya sampai 400an halaman dalam semalam selesai, pernah lebih juga selesai dalam sehari. tapi semakin kesini aku banyak terbaca saat membaca novel yang kamu berikan. saat aku membacanya, seolah aku menjadi pemeran utamanya, padahal tak banyak kejadian yang ada di dalam novel bisa terjadi dalam kehidupan ku sehari-hari, hanya saja aku merasa, aku telah menjadi bagian di dalamnya. haha
baru beberapa halaman, air mata ku terurai, hati ini tak mampu meneruskanya. seakan ia menghayati penuh dalam. ceritanya nggak menarik? sangat menarik. itulah kenapa aku bisa membacanya untuk berhari-hari meski sedikit-sedikit tapi yah begitulah rasanya.
...
sore tadi, saat kau tidur. oh bukan, kamu bilang tadi tidak tidur. nyatanya kamu sudah menulis satu halaman penuh. tapi aku tak mudah dibohongi, memang kamu tidak tidur, tapi sempat sejenak kamu tertidur :). wajahmu tak pandai menipu ku, rupa orang bangun tidur terlihat jelas, hehe maaf aku terpaksa membangunkan.
tulisan tadi aku baca, aku mengerti. kamu merasa lelah berada di asrama ini, dengan berbagai perlakuan yang mereka lakukan kepada mu. bagaimana mereka bertingkah, berbuat, berkata, sampai mereka cara mereka memandangmu. kamu merasa tak pantas mendapatkannya. mereka tak lebih sama dengan perompak yang suka mencaci tanpa pernah berfikir apa yang mereka lakukan sudah benar atau salah. ini bukan mendidik, ini hanya luapan emosi yang mereka punya. serasa saat mereka melakukanya, mereka adalah penguasa sejati, bisa melakukan apa yang mereka inginkan sepuas hati mereka. hanya saja, aku berpesan untukmu, sekedar mengutip tulisan dibuku, " kamu akan menjadi baik jika mau menerika apa itu kebaikan, tanpa memandang siapa yang menasehatimu, kamu bisa saja membenci orang yang mungkin ia telah memberikan kamu jalan yang lurus, karena kamu memandang cara dia menyampaikan bukan kepada apa yang ia berikan, tapi saat kamu menyadari sesungguhnya dari apa yang telah ia berikan, kamu akan tahu mana orang baik, dan mana yang hanya ingin terlihat baik dimatamu"
untuk kamu yang sedang berjuang, jangan patah semangat. tunjukkan kamu bukan orang pandai yang mudah takluk kepada orang yang banyak bicara.
aku menanti mu :-)
Gimana ya? aku bingung harus percaya atau enggaknya? awalnya aku hanya berfikir setelah sekian lama di asrama akhirnya kamu diberikan kesempatan juga untuk diajak bermain ke kota. kamu akan liburan dengan banyak teman-temanmu. hanya itu tak kurang tak lebih. aku sudah sangat senang mendengarnya.
saat kamu memberikannya kepada ku sungguh aku kaget, hey mimpi apa aku semalam? sesuatu yang tak pernah aku inginkan sesuatu dari kamu, tapi mengapa kamu malah memberiku lebih? apa ini yang dinamakan kebahagiaan? bisa memberi walau tak pernah menjadi harapkan? kamu?
tulisan dibalik sampul novelnya tersurat milik kita, berarti tak hanya aku saja yang berhak memilikinya tapi kamu juga? iya kan? terima kasih telah memilih aku untuk bisa menjaganya. bukan apa-apa, tapi yang namanya rejeki tidak mudah dicari, rejeki tak akan lari kemana, rejeki memang di tangan Tuhan, namun klo sudah menjadi rejeki aku harus menjaganya, karena Tuhan sudah menitipkannya untuk ku, akan ku jaga slalu, jika sampai hilang berarti aku telah menyia-nyiakan apa yang sudah diberikan Tuhan untuknya. Tuhan Maha Mengerti, dan itu yang aku imani.
hanya saja, aku tak bisa menempati janji, klo nggak salah aku sudah berkata untuk bisa membacanya sampai tuntas, suatu hari nanti bisa membacakannya untukmu, tapi,,, sampai malam ini, entah malam yang nggak tahu jumlahnya aku belum selesai membaca novelnya. masih sekitar setengah buku yang belum aku baca. tak banyak alasan. diriku memang aneh, pernah baca novel tebalnya sampai 400an halaman dalam semalam selesai, pernah lebih juga selesai dalam sehari. tapi semakin kesini aku banyak terbaca saat membaca novel yang kamu berikan. saat aku membacanya, seolah aku menjadi pemeran utamanya, padahal tak banyak kejadian yang ada di dalam novel bisa terjadi dalam kehidupan ku sehari-hari, hanya saja aku merasa, aku telah menjadi bagian di dalamnya. haha
baru beberapa halaman, air mata ku terurai, hati ini tak mampu meneruskanya. seakan ia menghayati penuh dalam. ceritanya nggak menarik? sangat menarik. itulah kenapa aku bisa membacanya untuk berhari-hari meski sedikit-sedikit tapi yah begitulah rasanya.
...
sore tadi, saat kau tidur. oh bukan, kamu bilang tadi tidak tidur. nyatanya kamu sudah menulis satu halaman penuh. tapi aku tak mudah dibohongi, memang kamu tidak tidur, tapi sempat sejenak kamu tertidur :). wajahmu tak pandai menipu ku, rupa orang bangun tidur terlihat jelas, hehe maaf aku terpaksa membangunkan.
tulisan tadi aku baca, aku mengerti. kamu merasa lelah berada di asrama ini, dengan berbagai perlakuan yang mereka lakukan kepada mu. bagaimana mereka bertingkah, berbuat, berkata, sampai mereka cara mereka memandangmu. kamu merasa tak pantas mendapatkannya. mereka tak lebih sama dengan perompak yang suka mencaci tanpa pernah berfikir apa yang mereka lakukan sudah benar atau salah. ini bukan mendidik, ini hanya luapan emosi yang mereka punya. serasa saat mereka melakukanya, mereka adalah penguasa sejati, bisa melakukan apa yang mereka inginkan sepuas hati mereka. hanya saja, aku berpesan untukmu, sekedar mengutip tulisan dibuku, " kamu akan menjadi baik jika mau menerika apa itu kebaikan, tanpa memandang siapa yang menasehatimu, kamu bisa saja membenci orang yang mungkin ia telah memberikan kamu jalan yang lurus, karena kamu memandang cara dia menyampaikan bukan kepada apa yang ia berikan, tapi saat kamu menyadari sesungguhnya dari apa yang telah ia berikan, kamu akan tahu mana orang baik, dan mana yang hanya ingin terlihat baik dimatamu"
untuk kamu yang sedang berjuang, jangan patah semangat. tunjukkan kamu bukan orang pandai yang mudah takluk kepada orang yang banyak bicara.
aku menanti mu :-)

0 komentar:
Posting Komentar