Minggu, 13 Desember 2015
"Kalau
kita bukan orang terkenal atau anak ulama, maka menulislah"
Bagi
seseorang yang suka iseng-iseng dengan dunia tulisan, biasanya
seseorang menulis itu memiliki tujuan untuk "mengabadikan"
momen yang terjadi. Entah berupa diary sehari-hari, atau suatu
kejadian yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tidak ada tujuan
khusus mereka dalam menulis cerita atau tulisan2 mereka, ya kadang
cuma pengen meluapkan isi hati, bukan tuk dibaca orang lain, hanya
sekedar menggambarkan perasaan yang sedang dialamai. Emang menulis
bisa membantu seseorang untuk meluapkan isi hatinya? Coba sendiri aja
klo penasaran :-D. Tapi ada juga yang menulis untuk benar-benar
disimpan, dijadikan kenangan sehingga bisa dibaca di waktu lain. Jadi
saat kangen momen itu, tinggal buka dan baca lagi tulisan itu. Yang
mana tulisan-tulisan itu bisa membuat seseorang tertawa geli ketika
menemukannya, padahal tulisan itu mungkin sudah terlupakan, saat
dibaca ulang bagai menembus ruang dan waktu seakan kisah / kejadian
saat menulis tulisan itu terulang kembali. :-D
“Menulis
adalah sebuah pekerjaan yang sulit” kata siapa? Itu hanya isue yang
sudah terlalu lama beredar dalam pikiran masyarakat, saking lamanya
seakan-akan sudah mendarah daging, dan pada akhirnya membuat mereka
memiliki anggapan sangat mustahil menjadikan diri mereka menjadi
seseorang yang bisa menulis. Ya.. tidak 100% itu benar, memang
menulis juga mudah untuk dilakukan, tergantung anggapan masing-masing
individu dan juga minat aslinya. “ Nothing's impossible” tidak
ada sesuatu yang tidak mungkin. Sebenarnya menulis bisa dikatakan
sama layaknya pekerjaan yang lain, menulis tidak jauh beda dengan
sepak bola, tak jauh beda dengan merakit sebuah bom atom, kenapa?
Lihat saja contohnya dalam dunia sepak bola, ada messi atau christian
ronaldo yang kini sedang mentereng-menterengnya menjadi pesepak bola
internasional, dikira messi atau ronaldo waktu lahir langsung bisa
main sepak bola, kan tidak. Mereka lahir sama seperti layaknya
manusia pada umumnya. Hanya saja ada beberapa pekerjaan yang
membutuhkan bakat seperti sepak bola, beda orang yang memiliki bakat
dengan yang tidak ialah yang berbakat akan lebih mudah beradaptasi
jika dibandingkan dengan yang tidak berbakat, meski yang kurang
berbakat sudah mati-matian berusaha kadang mereka tidak bisa melebihi
yang memiliki bakat dalam sebuah bidang pekerjaan. Bukan berarti kita
mudah menyerah jika melakukan sesuatu koq kita tidak bisa segera
menguasainya. Dalam ilmu psikologi diterangkan bahwasannya otak
manusia bisa diklarifikasikan menjadi 2 bagian: alam sadar dan juga
alam bawah sadar. Simple nya alam sadar adalah alam dimana saat mata
kita terbuka, berfikir untuk jangka pendek, semisal kita menerima
ilmu maka alam sadar kita yang pertama menerima, nah selanjutnya saat
kita tidur semua yang kita terima itu akan sulit diungkapkan kembali,
semua ilmu itu akan disimpan dalam alam bawah sadar kita, klo
digambarkan alam bawah sadar itu bawai kolam besar yang berisi segala
ilmu yang pernah kita terima, selanjutnya tergantung otak kita mampu
menampilkan kembali dalam ingatan tidaknya. Kalau tidak mampu
mengangkat dari alam bawah sadar seringnya kita mengatakan “lupa”
akan sesuatu. Kaitannya dengan hal ini, sesuatu yang berada didalam
alam bawah sadar akan mampu terangkat kalau kita selalu
mengulang-mengulang hal yang ingin kita lakukan. Misalnya saja makan,
saat kecil kita tidak bisa memasukan sendok ke dalam mulut sendiri,
saat sudah remaja, kita makan di kegelapan tangan kita tak pernah
meleset memasukkan makanan ke dalam mulut.
Begitu
halnya dengan menulis, kenapa menulis bisa menjadi pilihan setiap
orang dalam menemukan hal yang bermanfaat bagi diri sendiri. Menulis
tidak memerlukan bakat, menulis bisa dilatih. Semakin banyak kita
berlatih maka tulisan kita akan semakin bagus. Yang penting kita
tidak menyerah di awal. Seringnya orang gagal dalam meraih sesuatu
dikarenakan mereka mudah diawal, menganggap mereka tidak mahir dalam
melakukan sesuatu tersebut. Mereka terlalu mudah menganggap diri
mereka kurang cocok dengan hal tersebut. Dan sampai kapan pun kalau
kita memiliki kepribadian seperti ini maka diri kita akan sulit dan
lama menjadi orang yang bisa dikategorikan dalam “orang sukses”.
Sebenarnya orang sukses bukan orang yang bisa dalam segala hal,
melainkan orang yang fokus dalam sebuah hal, tapi dia terus menggali
potensi dalam dirinya terhadap hal tersebut. Memang dibutuhkan waktu
lama, tapi keberhasilan orang fokus dengan orang yang kurang
sungguh-sungguh akan beda hasilnya. Pastinya akan lebih baik yang
fokus daripada yang tidak.
Menulis
sangat mudah, bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan
media apa saja. Tidak harus di komputer atau laptop seperti zaman
sekarang ini. Sebenarnya perkembangan zaman tujuannya untuk
mempermudah hal kita lakukan, bukan membuat kita menyerah bila tidak
bisa mengikutinya. *aku kira sih begitu, hihi. Contoh mudahnya kita
bisa membuat tulisan tentang keseharian kita, mungkin tentang kondisi
hati saat ini, bisa saja membuat cerita, membuat puisi atau sekedar
pantun yang mungkin tak bisa membuat orang tertarik setidaknya kita
bisa mengasah otak kita lewat itu. Cobalah menulis dengan menggunakan
bahasa yang baru kita kuasai, klo ada perasaan bila jadi nanti
diketawain teman kamu lebih baik tulisan itu kamu simpan, nanti kalau
sering menulis pasti lama kelamaan tulisan kita akan lebih bagus, nah
pas kiranya sudah baik untuk dipublikasikan coba saja iseng2 tempel
di mading sekolah atau tempat umum yang sudah disediakan. Pasti
bermanfaat koq :-)
Hampir
kelewatan, menulis tidak bisa dipisahkan dengan kondisi pribadi
masing-masing. Maksudnya gimana om? Maksudnya saat kita membuat
tulisan tidak bisa dipungkiri ada banyak sekali kaitannya dengan
perasaan hati, lingkungan sekitar dan juga tingkat referensi bacaan
kita. Semakin banyak orang membaca maka dia akan punya banyak wawasan
yang bisa dituangkan dalam tulisannya nanti. Kalau dia tidak pernah
membaca mana bisa dia membuat tulisan yang baik. Mau nulis apa saja
sudah bingung. Hihihi
so?? keep
writing & reading. Jangan cuma baca isi hati orang saja, nggak
penting. Hahaha
0 komentar:
Posting Komentar