Saat kedatangan tamu dari German. Walaupun berawal sangat angkuh karena
mmg begitulah karakter ras Aria yang begitu meremehkan bangsa lainnya.
Tetap saja aku biarkan walau dia memperhatikan kegiatanku..
Lucu
memang...demi harga dirinya karena merasa paling mulia, dia rela berdiri
memperhatikanku 3 jam selama 3 hari tanpa menyapa karena berharap
akulah orang asia yang harus menyapa terlebih dahulu..hingga akhirnya
dia menyapa lebih awal karena membutuhkan ”sesuatu” dariku...
Berlatarbelakang ilmu pesawat terbang yang sama,menjadikan kami semakin
akrab, hingga aku mengajaknya kekampung halaman di garut...dengan
tujuan ”mengikis keangkuhan ras Aria”.. (berita pengetesan thd DNA
Hitler membuktikan bahwa ras Aria merupakan kaum Yahudi juga..)
Dimulai dengan hal kecil tapi membuat dia berfikir keras...
Kang Dwin :”Coba terangkan, bagaimana memasukan gula kedalam kue kelepon ini...?
Tamu :”...(befikir 10 menit)...seems by injection...”
Kang Dwin :”sebetulnya caranya seperti ini dan sederhana…”
Tamu :” ….”
Kang Dwin :”Bagaimana cara membuat kue seroja (kembang goyang-red) ini?”
Tamu :”(berfikir lebih lama..)……looks by forming process…”
Kang Dwin :”caranya hanya dicelup setengah permukaan cetakan dan dicelup keminyak goreng..dan jadilah..”
Tamu :” ….”
Hingga kami ajak ke sebuah pondok pesantren dan dia tampak seperti
“wong ndeso” saat melihat sawah dan pohon kalapa karena dinegaranya
tidak ada….”Hey Dwin…does it nasi tree?”
(Hey Dwin…apakah itu pohon nasi?”)…..
Dan saat menyaksikan pendekar silat mematahkan besi hanya dengan tangan, maka semakin ”melongo” lah wajahnya...
Kang Dwin :”Makanya hati-hati dgn negri kami...besi saja
hancur hanya dengan tangan... jadi jangan berani2 jajah kami ya.. ”
Tamu :” .......”
Hingga suatu saat dia bertanya...dan selalu berdiskusi selama 3 hari mulai pkl 19.00-02.00 sambil berdiri...
Tamu :”Dwin...why do you believe to ALLAH?...”
Kang Dwin :”Karena ALLAH lah pencipta jagad raya dan kita...”
…lihat mobil di parkiran kita, semua ada karena ada designer yang membuatnya, setuju…?”
Tamu :” agree…!!!”
Kang Dwin :”…lihat diri kamu, saya dan kita semua….kita ada karena ada ”Dzat” yang menciptakan...”
Tamu :” .No agree…!!!”
Kang Dwin :”…jadi menurutmu setelah mati bagaimana?, tdk ada alam lain..?”
Tamu :” ..... setelah mati kita hanya jadi abu karena dikremasi…dan selesailah kehidupan...”
Walaupun penduduk yang terbiasa dengan teknologi/akal, tetap saja saat
pendekatan agama melalui akal tidak dapat diterima mereka, karena
menyakini ttg ALLAH adalah perkara HATI ....bukan AKAL....
Hingga saat kuberikan hadiah pesawat model buatan tanganku sendiri,
begitu kagum karena katanya semua barang spt ini di German hanya dicetak
dengan mesin bukan Handmade...
sebenarnya aku hanya ingin
mengajarkan untuk tidak merasa lebih mulia dari orang lain....karena
DUNIA INI INDAH bila kita hidup SALING MENGHARGAI....
Hingga dialah yang mengawali menawarkan untuk menjadi sahabat.

0 komentar:
Posting Komentar