Tiap hari hatiku menangis
lebih deras daripada hujan musim ini
Banyak masalah yang terjadi
Setiap ada masalah, rasanya pengen menghindar
Aku memang pengecut
Nggak pernah mau menerima segala keputusan yang diambil orang
aku terlalu egois
tak pernah menerima pendapat orang lain
mungkin aku sombong?
sudah mendekati, aku terlalu mendewa kan otak ku.
tak pernah mau menerima aturan orang
Aku terus memikirkannya. sedetik mau melupakan pun aku tak bisa
selalu ku pendam
semakin dalam, semakin deras tangis dalam hati ini
Apa iya aku nggak pernah bisa patuh sama orang lain?
bukankah itu perilaku ku sejak dahulu?
tetapi mengapa kau bilang aku sudah berubah?
bukan, kau yang sudah berubah wahai kawanku. aku masih seperti yang dulu.
kau tlah berubah menjadi orang baik. tidak seperti ku
aku suka membangkang. tak peduli itu teman, sabahat ataupun kawan
hanya 1 yang tak pernah aku pungkiri, aku tak pernah bisa menjadi orang naif, mudah menutupi kesalahan diri sendiri
seringnya aku berbuat salah, tak lama aku disalahkan
aku sudah minta maaf, minta maaf sesuai keinginanku
tapi kau sudah berubah, tak pernah mengerti kondisi ku.
kau pasti juga meminta yang sama, kau meminta ku supaya aku mengerti kondisimu.
aku sudah melakukannya.
sudah ku lakukan apa yang aku bisa, namun, kau tak pernah memandang ku tulus.
selalu saja salah dimatamu.
sebenarnya aku tak mau menjadi pengkhianat, kalau aku yang dulu, melihat mu salah pasti aku tegur
sekarang? mungkin aku sudah menjadi pengkhianat sejati, aku memang di dekatmu, tapi hati ini tak mau lagi tahu semua persoalanmu
kenapa?
kenapa aku begitu?
rasa percayamu sudah pudar padaku
itu yang ku rasakan
kenapa aku tak mau mendekat kepadamu?
aku tak ingin dengan mudahnya aku membodohimu
membujuk rayu, mengadu domba, meminta belas kasihan, merongrong dari dalam
kini aku malas, tak semangat seperti dulu. tak ada lagi yang aku perjuangkan. aku enggan menyapa, apalagi harus bicara
aku egois? silakan bicara sesukamu, semakin kamu mengatakannya semakin besar pula malas ku padamu.
tiada angan, mimpi dan harapan.
ada ku hanya fatamorgana
selalu jadi bayang semu yang tak pernah menjadikan mimpi-mimpimu nyata
kenapa pula aku mengungkapkannya
bukankah aku malas padamu?
memang.
aku punya harapan, semoga tak pernah lagi kau temukan pemberontak seperti ku.
biarlah kawan-kawanmu patuh pada perintahmu, dan tak pernah membangkang layaknya aku.
aku lapang, biarlah semua membenciku. memang pengkhianat pantas dibenci.
dari ku yang tak pernah berbohong kepadamu
untuk teman ku, bahrul m

0 komentar:
Posting Komentar