Copyright © Diary Lamunan Sore
Design by Dzignine
Rabu, 27 April 2016

Jalan

Hampir setahun berjalan, waktu berlalu sangat lambat untuk menunggu saat-saat bisa bertemu nanti, sangat cepat ketika melihat apa yang sudah terjadi.
...
Dari sekian kejadian yang sudah terjadi, aku mempunyai dua pilihan: harus menyesalkah aku? Atau harus bersyukurkah aku? Aku memilih keduanya. Menyesal untuk semua kejadian yang membuat diri ini merugi, supaya di kemudian hari aku bisa berbenah diri. Bersyukur atas apa yang terjadi, dibalik masalah, ujian, suka maupun duka semua pasti ada hikmah yang bisa diambil, (seperti yang dibilang orang bijak) karena aku belum bisa bijak bijak, maka saya hanya bisa mengutip pernyataan beliau-beliau itu. Hahaha
...
Mau sedikit mengulas cerita yang terjadi. Boleh nggak ya? Mungkin akan membuat seseorang jengkel mendengar kisah2 ini. Apalagi kisah ini dengan sudut pandang pribadiku sendiri. Tak ingin memasukkan dari sudut pandang dia. Aku memang tak tahu banyak, dari pada aku memasukkan tapi ternyata sudut pandang yang aku masukkan salah menurutnya, berarti itu bukan sudut pandang dirinya. Melainkan diriku yang seolah-olah tahu isi hati nya. Ya memang aku sok tahu, suka pamer, suka usil. Hahaha #tawajahat
...
Pertama kali kesini tak pernah ada niatan untuk mengenal yang namanya cewek, bukan tak ada niatan, memang keseharian ku tak pernah yang sebelumnya terlintas seorang cewek dibenakku. Berteman sih juga ada ceweknya, tapi hanya sekedar berteman, main kesana-kesini ya biasa saja, nggak tahu tuh yang namanya cinta atau sayang2an... Ciyeee.. Loh? Dasar
...
Singkat cerita kenallah aku dengan bintang, bintang kecil di langit yang biru, amat imut rona di wajahnya. Ahaha
Waktu itu baru ada semacam praktek2 memasak, aku belum kenal, hanya sebatas tahu. Dia nya belum tahu siapa diriku. Pemuda hitam tapi sok tampan. Asyeeeekkkk..
Pernah sekali masuk ke kelasnya, hanya sekedar berkenalan, mereka semua kenal aku karena hanya diriku sendiri dihadapan dia dan teman-temannya. Tak ada satu orang yang ku kenal. Hahaha ciri khas diriku yang mudah lupa akan nama sesuatu, meski masih ingat wajahnya tapi mudah lupa namanya..
Hari demi hari, ada yang namanya sosialisasi kecil-kecilan, aku kebetulan satu kelompok dengannya. Aku ditunjuk sebagai orang yang membimbing mengajarkan bagaimana cara menyusun dan melaporkan keuangan yang baik dan benar. Awalnya kikuk, aku yang tak pernah belajar tentang itu kenapa pula aku yang ditunjuk. Aku paksakan belajar duluan sebelum aku tularkan. Hihihi
Memasuki bulan suci, aku ada kegiatan bersama teman-teman ku diluar. Tapi entah kenapa ada keinginan kembali ke kantor pada hari itu, ada kerjaan kantor yang tak bisa dilakukan teman kantor ku. Terpaksa aku balik sebentar. Meninggalkan kegiatan diluar tadi. Tak sengaja bertemulah dengan bintang. Tak sengaja pula aku dapat nomornya. Ndelalah ndelalah..
Sedikit demi sedikit ada obrolan tentang diri masing-masing. Sebatas mengenal. Tak lebih jauh..
Ketika liburan aku bertemu dengannya. Untuk sekedar makan bersama. Sepulang makan aku sempatkan bermain ke rumahnya, bertemu orang tuanya, kenalan. Bener-bener kenalan. Ahihihi
Waktu berjalan...
Hari demi hari semakin dekat, saking dekatnya sampai lupa batasan. Ya namanya anak muda, memang mudah kelewat batas... Wajar? Tak sepenuhnya benar. Memang ada aturan tak tertulis disana yang menurutku silakan dijalankan, tapi mohon untuk tidak melanggar...
Tak bisa aku ceritakan detailnya sperti apa untuk yang satu ini. Setiap kali teringat hanya tetes air mata yang terurai dari kelopak mata ini. Hmmm
Hingga sampai hari ini, hari dimana aku sudah banyak belajar tentang apa yang namanya saling mengenal.
Saling bersikap. Saling berhadap.
Seakan setahun yang terjadi seperti seluruh ujian dalam hidup sudah dijalani, padahal di kemudian hari masih banyak yang akan terjadi, tapi dengan adanya saling bersikap, saling berhadap kini aku tahu yang namanya saling percaya, saling mengerti.
Karena mengenal saja tak pernah cukup untuk bisa mengerti tanpa pernah mau menyikapi semua masalah yang terjadi... :-)
...
Dewasalah diri ini lebih cepat dari waktunya. Alhamdulillah.

0 komentar: