Copyright © Diary Lamunan Sore
Design by Dzignine
Sabtu, 07 Mei 2016

Bandung edisi 1

Liburan kali ini berasa lama banget, 4 hari lamanya, sampe-sampe tabungan ludes, hahaha
Jiwa muda maklum lah, masih suka foya-foya. Belum punya tanggungan sih. Ya berharapnya gak kelewat batas aja. Hohoho
Setiap liburan berjalan tak pernah aku rencanakan, asline belum punya bayangan mau kemana gitu, eh ndelalah e kemarin wisnu nawarin jalan2 ke bandung, melihat bandung tak terlalu jauh, aku sih mengiyakannya aja. Masih masuk dikantong. Hihihi
Berangkat rabu sore, kami berempat kumpul di rumah budhe, ada aku, wisnu, abid, dan kiki (pacarnya wisnu). Jam 4 sore tepat kami melaju dengan mobil nya wisnu, honda crv yang borosnya minta ampun. 1 liter cuma buat 9km. Hiyuhhhh
Bertolak dari jogja kami memilih jalur selatan, melewati bantul, jl daendles, masuk kebumen, purwokerto, majenang, banjar, tasikmalaya, ciamis, nagrek, ciulenyi, bandung.
Jl daendles jalan ancur yang tak nyaman buat dilewati, tapi apalah buat, hanya jalur ini yang bisa dilewati, pertama-tamanya sih memang mulus jalannya, tapi mendekati pantai glagah jalannya serasa tak terurus, hancur kayak ampyang. Huaaaa
Badan terasa remuk saat melintasi jalanan daendles, tapi semua terbayar saat tiba di daerah ambal, yak yang terkenal dengan satenya. Yummmyy. Hihihi
Dengan membayar 28rb @orang nya kami bisa menikmati hidangan sate ayam yang dagingnya behhhh gedhe2 banget. Dan yang membedakan yaitu bumbunya, rada beda daripada sate-sate biasanya. Ada campuran tempe di sambelnya.
Lanjut perjalanan, sampai majenang tak ada satupun yang special untuk diceritakan kecuali teringat dulu pengalaman waktu ngerjain skripsi. Kurang tanda tangan penguji, yang mana saat itu pengujinya baru pulang kampung menemani ibuknya yang sakit, aku sama temanku dibela-belain naik sepeda motor kesana hanya untuk sekedar minta tanda tangan behhhh... 9 jam perjalanan diatas jok motor.. Pedesss kayak sambal balado..
...
Perjalanan berlanjut, hanya wisnu sendirian yang masih kuat untuk menyetir mobil, aku dan yang lain sudah bergiliran tidur ngorok di dalam mobil, jalanan dari majenang sampai nagrek penuh liku, dan macetttttlah waktu sampai di nagrek. 3 jam berkutat hanya mampu menempuh perjalanan 3km saja. Ampuuuunnn
Menjelang waktu subuh kami menepi untuk istirahat sejenak, ada mushola kecil disana, kami sholat. Badan pegel2 semua. Kemacetan belum usai. Ya Tuhaannnn
...
Menunggu sejenak, si wisnu udah mulai garang lagi, tapi 1 semalam lupa mampir ke toko buat ngisi amunisi. Ya elah.
Akhirnya perjalanan kembali dilanjutnya. Lumayan sudah agak terbuka macetnya.
Ramai lancar. Semua perut pada keroncongan, kami tengok kanan dan kiri siapa tahu ada alfa atau indo yang sudah buka pagi itu... Akhirnya tak jauh dari mushola kami menemukan alfa yang sudah buka, di jawa barat toko-toko semacam itu tidak bukak 24 jam kayak di jateng. Jadi agak menunggu siang dikit baru ada yang buka. Amunisi terisi kembali. Siap untuk melanutkan perjalanan.
...
Pukul 10 pagi, kami baru sampai di bandung. Belum sarapan, hanya ada bekal roti yang tadi sempat di beli di alfa. Sampai di bandung kami tidak serta merta berhenti, berjalanan masih berlanjut ke daerah lembang, tujuan pertama kita pasar apung alias pasar kemambang. Hahaha
Dengan menyusuri jalanan yang di sarankan di google maps kami menempuh jalan pedesaan, tidak lewat jalan utama, hancur sih, tapi setidaknya tidak kena macet.
Tiba di pasar apung pukul setengah 12. Kami baru bisa mandi, airnya behhhh dingin banget kayak air es.
Oh ya tiket masuknya pasar apung lembang 20rb per orangnya. Tambah parkir untuk mobil 10rb. Hhmmm
Semuanya serba duit deh klo dibandung.
Di pasar apung kami disajikan pemandangan yang indah, banyak jajanan khas indonesia dijajakan disana. Tapi semua berbayar, hahaha duit maning son son.
Para pedagang berada di kapal-kapal yang lengkap dengan jajanan masing-masing. Kapal-kapal nya kecil, mirip kayak toko kaki lima, hanya saja berada diatas kapal. Banyak banget, wisatawan juga padet banget, kebanyakan cuma dari jakarta. Sejak tadi tak menemukan satupun dari wong solo, atau wong jogja.. Lahhhh :-D aneh aneh wae kowe ki mas. Kumahak atuhhh...
...
Selesai dari pasar apung kami bertolak menuju ke farm house, semacam rumah antik atau bangunan antik tempat kita bisa berfoto2 ria. Bagus, mungkin memang didesain untuk wisatawan yang ingin berfoto. Dengan nuansa bangunan kuno, dilengkapi dengan gaya klassik menjajakan susu dan jajanan semacamnya, keju dan blognaise.
...
Lanjut ke "de ranch" tempat kita bisa berdandan ala koboi, kita bisa menunggang kuda dengan topi koboi disana. Tapi sayang, sejak di farm house aku kehujanan terus, cuma gerimis sih. Tapi bikin kepala pusing, akhirnya di "de ranch" aku tak keluar dari mobil cuma mereka bertiga yang naik kuda. Aku males. Rasanya berslonjor di mobil merupakan hal yang paling enak saat itu...
...

Bersambung.. Capek nulisnya. Lanjut besok malam. Bye bye

0 komentar: