Selamat ya bi, atas kelulusan mu.
Untuk snmptn nya mungkin belum rejeki mu, jangan down ya. Bukan karena kamunya, harus diakui sekolah disini belum punya nama sama sekali di kalangan university, jadi meski nilai mu 100 semua masih mustahil kamu bisa diterima snmptn.
Jangan patah semangat, terus belajar, bagi aku yang belum bisa mengarahkan mu aku minta maaf, aku tak bisa apa-apa2. Hanya bisa berdoa semoga kamu khususnya selalu mendapatkan yang terbaik menurut Tuhan, apa saja. Ya rejeki nya, pendidikannya, kesehatannya, sampai teman bergaulnya. Aku tak mau kamu memikirkan jodoh dulu, belum saatnya, masa depan mu masih panjang.
Kamu berhak atas semua itu. Klo ada penghalang jangan pernah kau hiraukan, cukup orang-orang yang slalu support kamu yang harusnya kamu kasih penghargaan sebesar-besarnya.
Buat bapak dan ibuk kamu, beliau slalu sehat, tak pernah berkurang sedikitpun di wajah mereka. Setiap kali aku berkunjung yang ada hanya senyum yang manis dari waktu ke waktu. Aku senang mereka sehat dan bahagia. :-)
Maaf malam ini aku sengaja tidur lebih cepat dari biasanya, biasa jam 9 lebih sekarang abis isya pengen rasanya langsung tidur. Padahal tadi pak kepala bilang mungkin malam ini pengumuman kelulusan akan dibacakan. Tapi, aku enggan menyaksikannya. Seakan aku tak berhak melihat kebahagiaan kalian dengan para pengurus. Maaf ya bi. Aku terlalu egois...
Mata ku sejak tadi berurai air mata, tak tahu sebabnya. Entah karena terlalu lama memandang komputer, atau terlalu asyik maen game aku tak tahu, seharian kayaknya nggak ngidupin komputer dan juga tak megang hp yang ada nomer mu..
Waktu berdoa sholat tadi peluhnya tak terbendung. Aku tak tahan lama-lama di masjid. Pengen rasanya malam ini terlewat begitu saja. Pengen langsung pagi, bisa bekerja seperti biasanya.
Atau jangan2 mata ku minus? Butuh kacamata? Aaaa emooohh. Risi klo harus pake kacamata. :-(
Seharian kamu nggak mandi lagi ya? Sengaja kan? Ya begitulah kamu bii. Hahaha
Tidur dulu ya. Biar air matanya nggak habis. Hehehe

0 komentar:
Posting Komentar