Copyright © Diary Lamunan Sore
Design by Dzignine
Selasa, 01 Maret 2016

tentang ku

Nama ku ruslan, bukan nama samaran, nama asli yang diberikan bapak ku waktu aku berumur 7 hari (kata bapak sih gitu), aku dibesarkan di sebuah desa di kota mungil dekat pegunungan lawu. lebih tepatnya utara gunung lawu. ya kota yang sejak dulu nggak berubah. walau sudah ganti kepemimpinan selama 4 periode, tetap saja alun-alun tengah kotanya seperti itu. hehe
Saat ini hidupku hampir seperempat abad lamanya. wow. ternyata. lama juga ya. tapi nggak terasa tuh. tiba-tiba udah segedhe ini. sudah 4 tingakatan sekolah aku lalui, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah tingkat atas sampai perguruan tinggi. Alhamdulillah perguruan tinggi negeri, yang kata orang sih klo bisa kuliah di PTN prestige nya lebih dibanding yang swasta. dan hanya sebatas kata. faktanya? swasta maupun negeri semua tergantung yang ngejalanin. klo sungguh-sungguh dia bisa, klo hanya sekedar asal kuliah saja, non sense. btw, koq nggak dari TK mas? udah terlalu pintar waktu mau masuk TK dulu, jadi langsung masuk ke SD. bukan alasan utama. sebenarnya karena umur, anak seperti aku yang memiliki kelahiran di bulan ke 10 masehi emang rada nanggung, kenapa? klo mau masuk TK nanti masuk SD nya terlalu tua, klo langsung masuk SD dianggap terlalu muda. nah loh. padahal nyatanya waktu masuk SD, masih banyak teman-teman ku yang umurnya lebih muda beberapa bulan dibanding aku. biarlah..
Masa kecil?
masa kecil kurang bahagia? banyak sekali cibiran seperti itu. sampai sampai ketika orang sudah dewasa ada yang masih memainkan permainan anak-anak masih dicibir ahh masa kecilnya kurang bahagia paling, padahal kan enggak! bisa saja sekedar iseng lah, atau refresing pengen mengenang masa kecil. hehe ada-ada aja.
untukku sendiri? saya akui masa kecil kurang indah, tak seperti kebanyakan anak-anak lain. sampai saat ini, aku merasa klo masa kecilku kurang bahagia, kurang banyak bermain, seperti anak-anak yang lain. aku sering dirumah. membantu pekerjaan orang tua dsb. wah mas ruslan, rajin sejak kecil berarti? enggak juga. aku nggak bisa bermain karena orang tua ku. sejak kecil aku dipaksa hidup kerja keras. aku jarang diperbolehkan bermain keluar bareng anak-anak yang lain. namanya anak kecil pasti lah pengen bisa hari-harinya bermain bersama. naluri. tapi aku tak bisa melakukannya. ibuk ku penyebabnya. beliau sangat kolod. katrok. dalam kartu keluarga ibuk ku hanya mengenyam bangku SD, padahal aslinya tidak demikian. beliau dulu putus sekolah waktu kelas 5 SD, putus sekolah bukan karena bapaknya nggak kuat membayar biaya sekolah, tapi emang kemauan ibuk saya sendiri. katanya, sekolah bikin pusing, mending nyari duit bantu kakek ku di pasar. Ya, namanya orang dulu, kakekku juga malah seneng ada yang ngebantuin jualan.
bentar mas, bentar, koq tadi nyebut karena sang ibu? emang kenapa sang ibu?
ya, karena kekolotan beliau lah yang menyebabkan aku merasa masa kecilku kurang bahagia. waktu kecil, aku sudah dipaksa bekerja. jarang sekali bermain. sering kali berontak. tapi tak bisa. ibuk ku orangnya galak. sampe-sampe bapak ku juga ikutan galak. padahal aslinya bapak orangnya kalem, penyabar, dan tentunya sayang anak. setiap kali aku punya kesempatan bermain itu saat ibuk ku belum pulang dari pasar. waktu beliau pergi ke pasar aku bisa bermain sesukaku. klo dulu waktu masih balita, aku sering main ke rumah nenek yang rumahnya ada di sampingku. hampir setiap hari bermainnya di tempat nenek. bermain di teras, kadang juga di kebun belakang. mainan jaman dulu hanya tanah liat. dibentuk-bentuk sesuai imajinasi. kadang bikin monster lah, bikin robotlah, atau mobil-mobilan. yang masih aku ingat, dulu aku pernah buat dinosaurus, aku sengaja membuatnya agak besar. tak cukup mengumpulkan tanah liat nya sehari. aku membuatnya berhari-hari cuma lupa tepatnya berapa hari. patung dinosaurus tadi aku buat sebagai hiasan meja belajarku. meski kecil aku sudah dibelikan meja khusus belajar. hanya aku yang boleh menggunakannya. patungnya aku letakkan di pinggir meja, di mulut dinosaurus aku beri lampu kecil yang biasa buat dipake di lampu center. perut patung aku buat untuk wadah baterai abc, 2 buah. dengan di salurkan melalui kabel di dalam patung lampu kecil itu bisa menyala. untuk saklarnya? tinggal menggerakkan tangan dino ke bawah dan otomatis mulut dino bisa menyala terang. bisa buat menerangi aku saat membaca buku iqro'. ya baru itu yang baru bisa aku baca. aku malah belum bisa baca tulisan latin.
....

cerita lanjut lain waktu. nanti di part 2 ya? sudah ngantuk. mau tidur dulu. bye bye

0 komentar: