Copyright © Diary Lamunan Sore
Design by Dzignine
Kamis, 24 Maret 2016

Takut salah

Fokus UN dulu mas.
Itulah yang menjadi alasan banyak anak muda saat ingin menyendiri tatkala sedang mesra-mesra nya berpacaran. Alasan paling mutakhir, biasanya sering diucapin sang cewek? Bener nggak sih?
Nggak usah dijawab. Hahaha
Bukan nya ngece kaum hawa hlo ya :-)
Hanya sedikit ngasih tips, bila kamu menjumpai kisah seperti ini.
Begini, sebenarnya ini juga aku alamin sendiri, si bintang, cewek yang selama ini gue kejar-kejar kayak maling tiap harinya. Dia udah mencuri hati dan perasaan ini. Klo nggak gue kejar, ya lemes sudah raga ini. Gak punya cinta, udah direbut seluruhnya. Sebut saja begitu. Hahaha
Ceritanya si bintang bentar lagi mau UN, dia baru kelas 3 tingkat SMA. Nggak ada sebulan ujian nya akan dia lalui. Saat-saat ini lah, kesabaran cowok. Klo disini ya aku. Kesabaran ku benar-benar diuji.
Yang paling ngeselin, bintang itu orangnya periang, murah senyum, dan senyumannya. Hmmmm tiada bandingan. Menurut gue.
Tiba-tiba menjelang UN, doi berubah total. Mending klo dia mau ngomong. Mas, saya mau fokus UN dulu, mas untuk sementara waktu coba nyari kesibukan lain aja, jangan ngejar-ngejar gue terus. Biarkan dedek membuktikan klo ujian nanti dedek bisa dapat nilai yang bagus, dan tentunya bisa membuat mas bangga.
Itu yang sebenarnya aku harapkan. Tapi tidak, dia mendadak diam. Pake acara marah segala, terus yang paling aneh dia pake kacamata segala. Haaa? Emang dia minus? Tak pernah dia katakan kepadaku. Ya kaget. Sempet shock. Saat gue sedikit membuka pertanyaan dia jawabnya pake nada sinis pula.. Ya tuhaaannn, cobaan apa ini? Ngapain nanya²? Jawabnya. :'(
Aku kaget banget. Hatiku menjadi tak karuan, kenapa doi bisa sampai berubah gitu. Mending klo ngomong dulu, hla ini enggak sama sekali. Tuhaaaannn..
Lemes sudah diri ini.
Berjam-jam aku termenung, salah apa aku? Aku mencoba menyibukkan diri? Aku tak bisa, slalu kepikiran terus. Slalu mencari cari sebenarnya apa yang salah dengan diri ini?
Jalan buntu yang aku dapat. Aku sendiri belum pernah ngalamin yang kayak ini. Baru kali ini. Makanya aku sempet shock.
...
Ada 2 pilihan, mau tetap shock, atau mau menerima dengan sabar?
Klo aku menerima dengan shock, akan banyak masalah yang timbul, yang paling bahaya muncul dugaan dugaan yang timbul dari hati yang jelek. Pertama aku pakai ini. Ya jalan buntu tadi yang aku dapet.
Beberapa jam berlalu, akhirnya hati ini tak kuat menahan, aku relakan saja, hanya sedikit membuka hati. Mungkin dia benar-benar mau fokus ujian dulu. Aku nggak boleh terus bersedih cuma gara-gara hal semacam ini. Dia kan lagi berjuang untuk meraih masa depannya. Aku harus mencoba memahaminya. Harussssssssss
Meski berat
Sedikit meluangkan waktu, mencoba untuk bersabar, membuka sedikit perhatian. Itu yang harus aku lalukan. Kayaknya itu jalan yang terbaik.
Untuk dirinya? Aku hanya bisa mencintainya, dan mendoakannya dari tempat ku berada. Semoga dia slalu sehat. Dan diberikan sgala yang terbaik untuknya. Cuma itu harapan ku. Hanya itu. Tak kurang tak lebih.
Melihatnya bisa tersenyum kembali pun sudah bisa membuatku senang kembali.

0 komentar: