Copyright © Diary Lamunan Sore
Design by Dzignine
Kamis, 03 Maret 2016

tentangku part II

entah nanti akan menjadi berapa part cerita tentangku aku kurang begitu tahu, yang penting aku wujudkan dalam tulisan itu saja yang ada dibenakku.

tentang baik-buruknya orang, setiap orang punya itu. mereka yang baik tak selamanya melakukan hal baik, dan mereka yang buruk demikian juga, tak selamanya mereka melakukan keburukan terus menerus. orang yang baik kadang bisa melakukan hal yang buruk pula, entah disengaja atau tidak. akan tetapi, prosentase mereka melakukan hal buruk tersebut sangatlah kecil, kadang mereka tak sadar melakukan hal tersebut. begitu sebaliknya.

tentangku, aku sendiri tidak tahu aku termasuk orang baik atau orang yang berperilaku buruk. yang bisa menilai adalah orang lain. kalau dari aku sendiri, aku hanya ingin melakukan hal baik, entah untuk diriku sendiri, maupun orang lain. yang menurutku baik belum tentu menurut orang lain baik, berbeda perspektif atau sudut pandang menilai orang lah yang membuat demikian. atau bisa saja kurangnya pemahaman tentang suatu hal yang dilakukan orang dalam hal ini, yang aku lakukan, tidak semua orang mengerti apalagi paham akan suatu yang baru aku lakukan. kalau orangnya agak cerdas, paling bilang aku melakukan hal aneh. klo orangnya agak bodoh, mereka akan mengatakan aku melakukan hal buruk, bisa jadi.
bagaimana solusinya? aku harus bisa menjelaskan tentang hal yang aku lakukan kepada orang yang memandangku. kalau mereka bisa menerima penjelasanku, aku rasa mereka akan sepakat dan menerima pula yang aku lakukan.
...
saat aku masuk bangku sekolah dasar untuk yang pertama kalinya, yang ada di otakku hanya aku bisa keluar rumah, bisa bermain dengan teman-teman dari desa lain. yang terpenting aku bebas dari jeratan kedua orang tua ku. sekolah memberiku kebebasan untuk tidak selalu berdiam diri menatap pekerjaan yang ada di rumah. ya, aku masih kecil. aku perlu mengenal dunia luar, berbeda dengan kedua orang tua ku, aku harus bisa menempuh kursi perkuliahan meski orang tua ku hanya lulusan sma, dan ibuk ku yang telah melahirkan aku hanya mau menempuh bangku sekolah sampai tingkat 5 dasar. aku tak mau terus menerus menggeluti pekerjaan orang tua ku yang selama ini untuk aku bisa membeli mainan saja aku harus menyisihkan uang jajan ku, dan uang THR dari kakek-nenek ku. mereka memang pelit, bukan karena sifat mereka, tapi keadaan saat itu yang membuatnya. kami harus membiasakan hidup sederhana, contohnya membuat mainan dino yang setiap malam menghiasi meja belajar ku. kereeen.
...
continued

0 komentar: